AS Pindahkan Sejumlah Pesawat Militer dari Jerman ke Timur Tengah

AS Pindahkan Sejumlah Pesawat Militer dari Jerman ke Timur Tengah
Pesawat tempur F-35A Angkatan Udara AS dan F-35B Korps Marinir AS terparkir di landasan pacu bekas pangkalan angkatan laut Roosevelt Roads, Ceiba, Puerto Rico, Kamis (25/12/2025). Amerika Serikat terus menambah dan menyiagakan pesawat tempur serta personel militernya di kawasan Karibia dalam seminggu terakhir seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela. (SUMBER FOTO: ANTARA FOTO/Reuters/Eva Marie Uzcategui/bar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sedikitnya tiga pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan berpindah dari Jerman menuju kawasan Timur Tengah dalam dua hari terakhir. Informasi tersebut terpantau melalui data layanan pelacakan penerbangan Flightradar24.

Berdasarkan laporan yang dikutip Sputnik pada Senin, salah satu pesawat yang terdeteksi adalah tanker Boeing KC-135R Stratotanker. Pesawat tersebut mendarat di Qatar pada Minggu sekitar pukul 18.23 GMT atau Senin dini hari pukul 01.23 WIB. Data penerbangan menunjukkan pesawat itu diduga lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein, Jerman.

Selain itu, sebuah pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III tercatat mendarat di Kuwait pada Sabtu sekitar pukul 20.40 GMT atau Minggu pukul 03.40 WIB. Pesawat tersebut diketahui berangkat dari wilayah Trier, Jerman.

Baca Juga:Harga Emas Lokal Melonjak, 26 Januari 2026 Sentuh Level TertinggiBadai Salju Ekstrem Hantam AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan dan Jutaan Warga Terancam

Masih pada hari yang sama, satu unit pesawat C-17A lainnya yang lepas landas dari Pangkalan Udara AS Spangdahlem di Jerman terpantau menghilang dari radar saat berada di kawasan selatan Kuwait sekitar pukul 21.54 GMT atau Minggu pukul 04.52 WIB.

Data Flightradar24 juga mencatat pengerahan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain menuju wilayah tengah Kuwait. Tak hanya itu, sebuah pesawat tanker KC-135R milik AS kembali terdeteksi mendarat di Qatar pada 25 Januari sekitar pukul 01.54 GMT atau 08.54 WIB.

Pergerakan aset militer ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Pada 22 Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS sedang bergerak mendekati Iran sebagai langkah antisipasi.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan belum dapat memastikan apakah opsi intervensi militer terhadap Iran sepenuhnya dikesampingkan, seraya menegaskan bahwa situasi ke depan masih belum dapat diprediksi.

Sementara itu, pada 21 Januari, Wall Street Journal melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan jet tempur F-15E serta kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah. Laporan tersebut juga menyebutkan rencana penempatan tambahan sistem pertahanan udara, termasuk rudal Patriot dan sistem THAAD, di wilayah tersebut.*

0 Komentar