JABAR EKSPRES – Tim gabungan masih melakukan pencarian dan pendataan korban pasca longsor yang menimbun permukiman warga di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026).
Sedikitnya 30 rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dari bukit di kaki Gunung Burangrang. Hingga Sabtu siang, total 111 warga tercatat terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga:Tancap Gas! Indonesia Manfaatkan WEF Davos 2026 untuk Perkuat Posisi di Mata Investor Global Reformasi Tata Kelola, Dedi Mulyadi akan Pangkas Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding
“Longsor terjadi sekitar jam tiga pagi. Titik terparah berada di RT 05 RW 11. Material longsor dari bukit langsung menyapu permukiman warga,” ujar Nur Awaludin saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara pemerintah desa, delapan warga ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Mereka adalah Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Sementara dua lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Sampai saat ini enam orang meninggal dunia sudah berhasil dievakuasi. Untuk korban selamat ada 21 orang,” katanya.
Nur Awaludin menjelaskan, 21 warga yang selamat kini mendapat penanganan medis di Puskesmas Pasirlangu, sementara sebagian lainnya ditempatkan di posko pengungsian di kantor desa.
Sementara itu, puluhan warga lainnya masih tercatat dalam proses pencarian dan pendataan. Namun, belum dapat dipastikan apakah seluruhnya tertimbun longsor atau telah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
“Data korban masih bergerak. Ada warga yang kemungkinan sudah mengungsi sendiri, sehingga terus kami lakukan verifikasi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, warga yang tinggal dalam radius 100 meter dari titik longsor sementara diungsikan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Baca Juga:Dorong Kemandirian Energi, Menteri ESDM Setop Impor untuk SPBU Swasta di 2026 Program Diskon Nasional Perkuat UMKM, Transaksi Lampaui Target Tembus Rp122,28 Triliun
“Pengungsian kami prioritaskan untuk warga yang rumahnya terdampak langsung. Untuk yang berada di radius rawan masih kami evaluasi,” pungkas Nur.
Hingga saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi bencana meliputi logistik makanan, selimut, dan pakaian bagi para pengungsi. Tim gabungan masih bersiaga di lokasi dan melakukan pemantauan melalui posko darurat di kantor desa. (Wit)
