JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memasang tiga unit alat utama sistem senjata (alutsista) berupa Rudal Rapier di Bundaran Jati, Kota Cimahi, sebagai upaya memperkuat identitas historis kota militer sekaligus meningkatkan kualitas estetika ruang publik di titik lalu lintas padat tersebut.
Pemasangan dilakukan di kawasan pertemuan Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jalan Jati, dan Jalan Daeng Ardiwinata, yang selama ini dikenal rawan kemacetan, Kamis (22/1/26).
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa penempatan alutsista tersebut bukan sekadar hiasan kota, melainkan memiliki nilai sejarah yang kuat dan relevan dengan karakter Cimahi.
Baca Juga:Bundaran Jati Resmi Dibuka, Cimahi Kejar Janji Atasi Kemacetan dan BanjirPenataan Bundaran Jati Masuki Tahap Penyempurnaan
Ia menyebut, Pemkot Cimahi secara resmi mengajukan permohonan kepada pimpinan Angkatan Darat agar alutsista yang sudah tidak digunakan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
“Kenapa kita tempat-tempatkan ini? Kita memohon kepada pimpinan Angkatan Darat, alhamdulillah disetujui dan kita tempatkan rudal Rapier itu adalah untuk menghiasi taman-taman yang ada di Kota Cimahi,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Jalan Daeng Moh. Ardiwinata No.99-101, Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara.
Ngatiyana berharap, kehadiran Rudal Rapier di ruang publik tersebut dapat menjadi media edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda, agar memahami peran Cimahi sebagai kota dengan latar belakang militer yang kuat sejak masa kolonial.
“Sehingga ada sejarah, ‘Oh iya, kota ini sejarahnya dulu Cimahi adalah kota militer,’” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa alutsista yang ditempatkan di Bundaran Jati merupakan peralatan pertahanan yang sudah tidak lagi digunakan oleh TNI. Dengan demikian, pemanfaatannya sebagai elemen penataan kota dinilai lebih tepat dibandingkan dibiarkan tidak terurus.
“Dan yang lain itu merupakan apa, alutsista yang sudah tidak terpakai, alutsista yang sudah tidak bermanfaat,” katanya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardani, menyampaikan bahwa pemasangan Rudal Rapier merupakan bagian dari konsep pembangunan Bundaran Cihanjuang atau Bundaran Jati yang mengedepankan unsur tematik.
Baca Juga:Bundaran Jati Sudah Difungsikan untuk Atasi Kemacetan, Warga Keluhkan Tak Ada APILLBundaran Jati Dinilai Efektif Kurangi Macet Cimahi, Bina Marga Canangkan Pelebaran Tikungan dan Bangun Flyover
“Itu kan aksesoris dari pembangunan Bundaran Cihanjuang jadi salah satunya pemasangan alutsista Rudal Rapier,” kata Amy.
Rudal Rapier yang dipasang di Bundaran Jati merupakan buatan Inggris tahun 1984 dan dihibahkan oleh Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud). Keberadaannya melengkapi penataan taman yang sebelumnya sudah lebih dulu dibangun di kawasan tersebut.
