JABAR EKSPRES – Skema ponzi kerap dipersepsikan sebagai bentuk penipuan investasi modern yang berkembang pesat di era digital.
Nama Charles Ponzi pun sering disebut sebagai ikon kejahatan finansial ini. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sejarah skema ponzi ternyata jauh lebih panjang dan telah berlangsung sejak abad ke-19.
Memahami sejarah skema ponzi menjadi krusial, terutama di tengah maraknya tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi yang beredar luas melalui media sosial dan platform digital.
Baca Juga:Viral Menu MBG Pakai Buah Kecapi, SPPG Bogor Akui Keliru dan Sampaikan Permintaan MaafDMGP Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kampung Ciguntur
Polanya nyaris selalu sama: janji keuntungan besar dalam waktu singkat, minim transparansi, serta eksploitasi emosi manusia seperti keserakahan dan ketakutan kehilangan peluang.
Sejarah Skema Ponzi dan Sosok Charles Ponzi
Nama Charles Ponzi mulai dikenal luas setelah ia ditangkap pada 12 Agustus 1920.
Sejak saat itu, namanya melekat sebagai simbol penipuan investasi global. Skema yang ia jalankan sebenarnya sederhana, membayar investor lama menggunakan dana investor baru, bukan dari keuntungan bisnis yang sah.
Ponzi mengklaim memperoleh keuntungan besar dari perdagangan kupon balasan pos internasional, dengan memanfaatkan perbedaan nilai tukar mata uang antarnegara.
Ia menyebut dapat membeli kupon tersebut dengan harga murah di luar negeri dan menukarkannya di Amerika Serikat sesuai nilai nominal.
Seperti banyak pelaku penipuan setelahnya, Ponzi enggan membeberkan detail strateginya dengan alasan rahasia bisnis.
Ia menjanjikan imbal hasil 50 persen dalam 45 hari dan 100 persen dalam 90 hari.
Baca Juga:Harga iPhone 14 Anjlok Awal 2026, Turun Jutaan! Masih Layak Dibeli Tahun Ini?Usaha Camilan Berbasis Resep Keluarga Ini Berhasil Naik Kelas Lewat LinkUMKM BRI
Investor awal memang menerima keuntungan sesuai janji, sehingga kepercayaan publik meningkat drastis.
Namun, secara matematis, skema ini mustahil bertahan. Uang yang digunakan untuk membayar investor lama sepenuhnya berasal dari setoran investor baru.
Investigasi media oleh Boston Post akhirnya membongkar kebohongan tersebut, berujung pada penyelidikan federal dan dakwaan penipuan surat.
Skema Ponzi Sudah Ada Sebelum Charles Ponzi
Menariknya, sejarah skema ponzi mencatat praktik serupa telah terjadi jauh sebelum Charles Ponzi.
Pada 1879 di Boston, seorang perempuan bernama Sarah Howe mendirikan lembaga bernama Ladies’ Deposit, yang diklaim bertujuan membantu perempuan mengelola keuangan mereka.
Howe menjanjikan penggandaan dana dalam waktu sembilan bulan. Polanya identik dengan skema ponzi modern.
