Seorang reporter dari Boston Daily Advertiser akhirnya mengungkap penipuan tersebut, yang membuat Howe dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun.
Ironisnya, setelah bebas, Howe kembali menjalankan skema serupa selama dua tahun sebelum akhirnya tertangkap lagi.
Hal ini menguatkan pandangan bahwa penipuan investasi sering kali hanya mengulang pola lama dengan kemasan baru.
Baca Juga:Viral Menu MBG Pakai Buah Kecapi, SPPG Bogor Akui Keliru dan Sampaikan Permintaan MaafDMGP Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Kampung Ciguntur
Ekonom John Kenneth Galbraith pernah menyebut, “Orang yang dikagumi karena kecerdikan pencuriannya hampir selalu hanya menemukan kembali bentuk penipuan yang lebih lama.”
Ciri-Ciri Umum Skema Ponzi dari Masa ke Masa
Jika ditelusuri sepanjang sejarah skema ponzi, terdapat karakteristik yang nyaris selalu sama, antara lain:
1. Menawarkan imbal hasil tinggi dan terlihat stabil
2. Memberi kesan eksklusif dan terbatas
3. Mengandalkan testimoni investor awal
4. Memanfaatkan rasa takut ketinggalan peluang (FOMO)
Baik Sarah Howe, Charles Ponzi, maupun Bernie Madoff, semuanya membangun ilusi bahwa hanya segelintir orang “terpilih” yang bisa ikut berinvestasi.
Fenomena ini kerap dikaitkan dengan istilah “irrational exuberance”, yang dipopulerkan mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan, yakni kondisi ketika seseorang mengabaikan logika karena melihat orang lain memperoleh keuntungan besar.
Pelajaran dari Sejarah Skema Ponzi
Kesalahan utama para korban skema ponzi hampir selalu sama, menanamkan dana pada investasi yang tidak sepenuhnya dipahami.
Dalam wawancara dari balik penjara, Bernie Madoff, yang menyebabkan kerugian sekitar US$50 miliar, bahkan secara kontroversial menyalahkan para korbannya.
Ia menyebut, siapa pun yang menelaah metodenya secara kritis akan menyadari bahwa keuntungan konsisten dalam jangka panjang nyaris mustahil.
Baca Juga:Harga iPhone 14 Anjlok Awal 2026, Turun Jutaan! Masih Layak Dibeli Tahun Ini?Usaha Camilan Berbasis Resep Keluarga Ini Berhasil Naik Kelas Lewat LinkUMKM BRI
Melihat panjangnya sejarah skema ponzi, tak mengherankan jika lebih dari satu abad berlalu, penipuan ini masih terus muncul dengan wajah baru.
Di Indonesia sendiri, kasus investasi bodong berbasis skema ponzi masih kerap terjadi, dengan kerugian korban mencapai jutaan hingga miliaran rupiah.
