JABAR EKSPRES – Petinju Jorge Chavez berhasil menundukkan Manuel Flores melalui kemenangan angka dalam laga ulang kelas bantam super (55,3 kg) versi World Boxing Association (WBA) yang digelar di Acrisure Arena, Amerika Serikat. Hasil ini memastikan Chavez tetap menjaga rekor tak terkalahkannya sekaligus menegaskan keunggulannya atas sang rival.
Usai pertarungan, Chavez menegaskan bahwa penampilannya kali ini jauh lebih meyakinkan dibanding duel pertama.
“Kali ini tidak ada keraguan. Saya harus tampil lebih aktif dan unggul dalam jab,” ujarnya, berdasarkan laman resmi WBA.
Baca Juga:Denmark dan Greenland Dorong Pembentukan Misi Aliansi NATO di Kawasan ArktikJangan Diabaikan! Penyebab Kuku Rusak dan Cara Perawatannya di Rumah
Ia menyebut kunci kemenangannya terletak pada intensitas serangan serta keunggulan dalam penggunaan jab, sehingga tidak menyisakan keraguan di mata juri.
Dalam pertarungan yang berlangsung selama 10 ronde, petinju berjuluk El Nino Dorado tampil dominan dan meraih kemenangan mutlak di tiga kartu penilaian juri dengan skor 96–94, 97–93, dan 98–92. Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting dalam karier profesional Chavez.
Berkat hasil ini, Chavez sukses mempertahankan rekor tak terkalahkannya menjadi 15 kemenangan, delapan di antaranya melalui knockout (KO), serta satu kali imbang. Ia juga berhak menyandang gelar juara kelas bantam super WBA Continental USA.
Chavez menilai kemenangan tersebut sebagai bukti bahwa dirinya layak disebut sebagai salah satu petinju terbaik di kelas 122 pon.
“Saya menghormati Manny, tetapi malam ini saya membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelas 122 pon,” katanya.
Meski tetap memberikan respek kepada Flores, ia menegaskan bahwa laga ini menunjukkan dominasinya secara jelas.
Pertarungan ini merupakan pertemuan kedua antara Chavez dan Flores, setelah laga pertama pada Juli 2025 berakhir dengan hasil imbang mayoritas yang sempat memicu perdebatan. Berbeda dari duel sebelumnya, laga kali ini berjalan lebih tegas dengan Chavez tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Baca Juga:Uni Eropa Tegas Soal Greenland, Tolak Ancaman Tarif Amerika SerikatPolemik Lahan Carik Desa Padasuka, DPRD Bandung Minta Pemdes dan Disdik Segera Cari Solusi
Sejak ronde-ronde awal, Flores mencoba mengambil inisiatif dengan menekan menggunakan kekuatan pukulan dari gaya kidalnya. Namun, Chavez mampu meredam tekanan tersebut melalui pergerakan kaki yang lincah serta rangkaian kombinasi pukulan cepat yang kerap mematahkan serangan lawan.
Memasuki ronde-ronde akhir, Flores mulai kehilangan stamina dan kesulitan mengendalikan jalannya pertandingan. Situasi ini dimanfaatkan Chavez dengan melancarkan hook kiri efektif pada ronde delapan hingga 10, yang semakin memperlebar jarak poin hingga laga berakhir.
