Insinerator Dilarang, DLH Cimahi Tekan Sampah Harian Lewat RDF dan TPST 3R

Insinerator Dilarang, DLH Cimahi Tekan Sampah Harian Lewat RDF dan TPST 3R
Para petugas di TPS 3R Cibeber Kota Cimahi saat melakukan pemilahan sampah beberapa waktu lalu. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah yang kini difokuskan pada penguatan Refuse Derived Fuel (RDF) dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis 3R.

Langkah ini dinilai krusial untuk menekan ketergantungan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti yang kapasitasnya semakin terbatas.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan bahwa beban sampah harian di Kota Cimahi masih tergolong tinggi. Saat ini, produksi sampah berada di kisaran 230 hingga 250 ton per hari.

Baca Juga:Uji Emisi Diulang, Pemkot Bandung Evaluasi Total Insinerator SampahDLH Cimahi Soroti Risiko Insinerator terhadap Kesehatan dan Lingkungan: Polusi Udara hingga Sebabkan Kanker

“Iya, di kita Kota Cimahi sekitar 230 sampai 250 ton per hari,” katanya kepada Jabar Ekspres diruang kerjanya, Selasa (20/1/2026).

Namun, dari total tersebut, tidak seluruhnya dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Pemerintah Kota Cimahi kini hanya mengirim sekitar separuh dari total produksi sampah harian.

“Enggak, kita hanya sekarang sekitar 100 sampai 130-an lah yang saya kirim ke Sarimukti,” jelasnya, menegaskan jumlah tersebut merupakan tonase per hari.

Chanifah menambahkan, ke depan skema pengelolaan sampah di Kota Cimahi akan semakin menitikberatkan pada pengolahan di sumber dan fasilitas. Jika insinerator digunakan, hanya akan difungsikan untuk menangani sampah residu.

“Nah ke depan kalau memang ada insinerator yang memenuhi syarat-syarat seperti itu, memenuhi requirement lingkungan dan lain sebagainya, ya kita kalau di Cimahi skemanya nanti untuk residu saja,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Cimahi juga tengah mengoptimalkan sejumlah TPST berbasis 3R. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas fasilitas Santiong dari sebelumnya 50 ton menjadi 85 ton per hari.

Selain itu, DLH juga menambah peralatan di beberapa TPST 3R lain, seperti di Pasar Kuda, Pasar Atas, Cibeber, dan Melong.

Baca Juga:Menteri LH Tegas Tolak Insinerator, DLH Jabar Pilih Bungkam Soal Mesin Pembakar Sampah di Gedung PemerintahInsinerator Belum Dioperasikan, Pemkot Cimahi Dinilai Terlalu Hati-hati dalam Pengelolaan Sampah

“Dan nanti sebentar lagi kita akan buat juga yang sekarang sudah baru dipersiapkan di Selatan di Utama. Dan juga ada sewa gudang yang cukup besar untuk finishing good dari hasil pengolahan sampah,” katanya.

Melalui skema tersebut, sampah diharapkan tidak seluruhnya berakhir di TPA Sarimukti. Sampah yang diolah akan menghasilkan berbagai produk turunan yang memiliki nilai guna, mulai dari RDF, kompos, hingga pengolahan maggot.

0 Komentar