JABAR EKSPRES – Ancaman kekeringan kini menghantui ratusan petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah Bendungan Air Mata Singa jebol diterjang hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Jebolnya bendungan ini berpotensi memutus sumber irigasi utama bagi lahan pertanian dan kolam ikan warga.
Bendungan Air Mata Singa berada di Kampung Cicadas, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
Kerusakan terjadi ketika debit Sungai Cidadap meningkat tajam akibat curah hujan tinggi, sehingga konstruksi bendungan tidak mampu menahan tekanan air.
Kepala Desa Bunijaya, Jamil Ihsan Faruk, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026) malam, tidak lama setelah waktu Magrib. Saat itu, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap dan menghantam badan bendungan.
“Debit Sungai Cidadap naik cukup tinggi karena hujan deras. Air kemudian meluap dan merusak konstruksi bendungan,” ujar Jamil saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).
Dampak kerusakan tersebut langsung dirasakan masyarakat. Aliran air yang selama ini mengairi persawahan dan kolam ikan terputus, sehingga sekitar 80 hektare sawah yang tersebar di tiga dusun kini berada dalam ancaman kekeringan.
Menurut Jamil, Bendungan Air Mata Singa memiliki peran vital bagi kehidupan ekonomi warga setempat. Selain untuk mengairi sawah, bendungan tersebut juga menjadi sumber air utama bagi usaha perikanan rakyat.
“Bendungan ini merupakan sumber pengairan utama untuk persawahan dan perikanan warga. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, warga belum berani melakukan perbaikan secara mandiri. Kerusakan bendungan dinilai cukup parah dan memanjang, sementara kondisi cuaca yang masih ekstrem menimbulkan kekhawatiran terjadinya banjir susulan.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
“Kerusakannya cukup berat dan panjang. Warga khawatir jika diperbaiki sementara, sungai kembali meluap karena hujan masih sering turun,” ucapnya.
Pemerintah Desa Bunijaya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat. Laporan itu diajukan agar pemerintah daerah segera melakukan penanganan dan perbaikan secara menyeluruh.
