JABAR EKSPRES – Desa tidak lagi diposisikan semata sebagai objek pembangunan. Di Kabupaten Bandung Barat, transformasi desa kini mulai didorong melalui pengembangan ruang kreatif yang memadukan inovasi, budaya lokal, dan pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran Pusat Kreasi Desa BUMDesma Bangkit Mandiri Sejahtera di Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat. Fasilitas ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi, menilai penguatan ekonomi kreatif desa menjadi strategi penting dalam menciptakan kemandirian sekaligus meningkatkan daya saing wilayah perdesaan.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, produk dan potensi desa diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Dudi saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Menurut Dudi, desa saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan karakter lokal yang dimiliki. Beragam potensi desa perlu dikelola secara inovatif agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Desa memiliki kekayaan budaya, sumber daya alam, dan kreativitas masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan, Pusat Kreasi Desa dirancang sebagai ruang produktif yang mendorong lahirnya gagasan dan inovasi baru, khususnya dari kalangan pemuda desa. Melalui ruang tersebut, masyarakat didorong untuk berperan aktif sebagai pelaku utama pembangunan.
“Ketika masyarakat diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi, pembangunan desa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.
Sejumlah program pengembangan pun disiapkan untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari pelatihan pembuatan konten kreatif, penguatan promosi digital produk UMKM, produksi film dokumenter desa, hingga pengembangan podcast tematik yang mengangkat potensi lokal.
Dudi menambahkan, pemanfaatan teknologi digital menjadi instrumen penting agar produk dan karya kreatif desa mampu bersaing di era ekonomi digital. Dengan pendekatan ini, desa diharapkan dapat tampil sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan inovatif.
Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA
“Teknologi memberi peluang besar bagi desa untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan kekayaan lokalnya. Ini yang terus kami dorong,” ucapnya.
