Bergulir Sejak Pertengahan 2025, Ribuan Ibu Hamil dan Balita di Cipatat KBB Belum Tersentuh Program MBG

Bergulir Sejak Pertengahan 2025, Ribuan Ibu Hamil dan Balita di Cipatat KBB Belum Tersentuh Program MBG
Ilustrasi: Ketersediaan dapur SPPG jadi penyebab ribuan ibu hamil di wilayah Kecamatan Cipatat, Bandung Barat tak dapat program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan gizi ibu dan anak belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Di Kecamatan Cipatat, ribuan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3) dilaporkan belum pernah menerima manfaat program tersebut, meski telah diluncurkan sejak pertengahan 2025.

Kondisi itu terjadi di sejumlah desa, diantaranya Desa Sarimukti, Kertamukti, Gunung Masigit, dan Mandalawangi. Keterbatasan dapur penyedia MBG serta persoalan jarak distribusi menjadi kendala utama belum meratanya pelaksanaan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Baca Juga:Cegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBGPenyebab Keracunan MBG Belum Jelas, DPRD Kabupaten Bandung Barat Kritik Kinerja Pengawasan BGN

Kader Pos KB Desa Sarimukti, Euis, mengatakan hingga kini tidak satu pun kelompok B3 di desanya menerima menu MBG. Padahal, berdasarkan data Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), jumlah kelompok sasaran di desa tersebut cukup besar.

“Di Desa Sarimukti belum ada yang menerima sama sekali. Data di PLKB Kecamatan Cipatat mencatat sekitar 560 orang kelompok B3 di desa kami,” ujar Euis saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).

Menurut Euis, belum tersedianya dapur MBG di wilayah Desa Sarimukti menjadi faktor utama terhambatnya penyaluran program.

“Alasannya karena belum ada dapur yang bisa melayani. Dapur yang sudah ada kapasitasnya penuh, sehingga kami belum terjangkau,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan serupa tidak hanya terjadi di Sarimukti. Sejumlah desa lain di Kecamatan Cipatat juga belum sepenuhnya menikmati program MBG.

“Di Desa Kertamukti, Gunung Masigit, dan Mandalawangi juga masih banyak RW yang belum terlayani. Baru sebagian kecil saja yang sudah menerima,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh KB UPT KB Kecamatan Cipatat, Wida Dewi, membenarkan bahwa pelaksanaan MBG di wilayahnya masih belum merata. Dari total 9.737 orang kelompok B3 yang tersebar di Kecamatan Cipatat, baru 6.695 orang yang menerima manfaat program tersebut.

Baca Juga:Lagi! Keracunan MBG di Bandung Barat, 13 Siswa SMP Bina Karya Ngamprah Dilarikan ke PuskesmasPemkab Bandung Barat Desak BGN Segera Bayar Klaim Biaya Korban MBG

“Artinya, masih ada sekitar 3.000 lebih kelompok B3 yang belum terlayani program Makan Bergizi Gratis,” kata Wida.

Ia menjelaskan, kendala utama terletak pada radius distribusi yang dibatasi maksimal 5 hingga 6 kilometer dari dapur penyedia. Jika jarak melebihi ketentuan tersebut, maka wilayah sasaran belum dapat dilayani.

0 Komentar