“Jarak menjadi persoalan utama. Kalau lokasi sasaran terlalu jauh dari dapur, secara teknis belum bisa dijangkau,” jelasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Wida menyebutkan bahwa dua dapur MBG baru telah dibangun di Desa Gunung Masigit, terutama untuk melayani wilayah pelosok seperti Kampung Pasegan. Namun, kapasitas dapur tersebut masih terbatas.
“Dapur baru memang sudah ada, tapi kuotanya belum cukup untuk mengakomodasi seluruh kelompok B3 yang ada,” ujarnya.
Baca Juga:Cegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBGPenyebab Keracunan MBG Belum Jelas, DPRD Kabupaten Bandung Barat Kritik Kinerja Pengawasan BGN
Wida mengatakan, pemerintah berencana melakukan pemerataan secara bertahap dengan menambah dapur MBG di wilayah yang belum terlayani.
“Kelompok B3 yang belum mendapatkan program akan di-cover secara bertahap jika dapur baru sudah dibangun,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan MBG ke depan benar-benar menyentuh kelompok sasaran di wilayah pelosok, sesuai dengan tujuan awal program.
“Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, wilayah pelosok seharusnya menjadi prioritas utama. Harapannya, program ini bisa segera dirasakan secara merata,” pungkas Wida. (Wit)
