Cegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBG

Cegah Keracunan Terulang, Pemda Kabupaten Bandung Barat Siapkan Relawan Pengawas MBG
Kepala DKPP Bandung Barat, Lukmanul Hakim. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemkab Bandung Barat tengah menyiapkan relawan pendamping yang akan bertugas memeriksa kualitas bahan baku segar di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, Lukmanul Hakim, mengatakan relawan tersebut akan difokuskan melakukan pengawasan terhadap bahan baku yang masuk ke dapur SPPG, khususnya sayuran dan produk segar lainnya.

Baca Juga:SPPG Batutulis 08 Distop Sementara Imbas Dugaan Keracunan MBG, Orang Tua Siswa Minta Pengawasan DiperketatAnggota DPRD Jabar Soroti Sertifikasi Dapur MBG: Penting untuk Bangun Kepercayaan Publik

“Para relawan nantinya akan dibekali pengetahuan mengenai cara melakukan uji sederhana untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya,” kata Lukman saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2025).

Selain pengawasan manual, sejumlah perangkat daerah terkait juga berencana mengadakan alat rapid test pangan yang mampu mendeteksi senyawa berbahaya seperti formalin, sianida, nitrit, boraks, dan residu pestisida.

Lukman menilai ketersediaan alat tersebut sangat penting untuk memastikan bahan baku yang diolah memenuhi standar keamanan.

“Mudah-mudahan anggaran bisa ditambah untuk pengadaan alat uji rapid test,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan relawan ini menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan menyusul tingginya kasus keracunan akibat konsumsi menu MBG dalam beberapa waktu terakhir.

Diketahui, Bandung Barat tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah insiden keracunan tertinggi, dengan lebih dari 2.000 warga di Cipongkor, Cihampelas, Cisarua, Padalarang, Lembang hingga Ngamprah mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu program tersebut.

Menurut Lukmanul, pengawasan bahan baku merupakan titik krusial yang harus diperkuat agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga:Penyebab Keracunan MBG Belum Jelas, DPRD Kabupaten Bandung Barat Kritik Kinerja Pengawasan BGN50 Siswa di Bogor Selatan Diduga Keracunan MBG, Dedie Rachim Tegaskan Standar Keamanan Pangan SPPG 

“Kita ingin memastikan bahan baku dalam kondisi bersih, segar, dan tidak mengandung zat berbahaya. Keamanan pangan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain memperketat pemeriksaan bahan baku, ia juga mendorong seluruh SPPG untuk memaksimalkan penggunaan produk pertanian lokal. Produk pangan dari petani Bandung Barat, terutama beras dan sayuran, dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan layak menjadi sumber utama pengolahan menu MBG.

“Kita sudah sering imbau agar SPPG menyerap hasil pertanian asal KBB, kualitas produk kita sangat baik,” ujarnya.

0 Komentar