Lagi! Keracunan MBG di Bandung Barat, 13 Siswa SMP Bina Karya Ngamprah Dilarikan ke Puskesmas

Pelajar korban keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalani perawatan medis
Pelajar korban keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalani perawatan medis. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belasan siswa SMP Bina Karya di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak mengalami gejala keracunan setelah menyantap paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/11/2025) siang.

Sejumlah siswa mengeluhkan mual, sakit perut, muntah, dan pusing sesaat setelah makan siang di sekolah.

Sebagian korban kini masih menjalani observasi medis di sekolah, sementara satu orang siswa harus dirujuk ke RS Cahya Kawaluyan, Kota Baru Parahyangan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca Juga:Messi Kembali ke Camp Nou, Ungkap Kerinduan dan Isyarat Ingin Pulang ke Barcelona?Bojan Hodak dan Bisik-bisik Kursi Panas Timnas Indonesia, Antara Prestasi di Persib dan Godaan Garuda

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Saprudin, membenarkan adanya kasus dugaan keracunan tersebut. Hingga Selasa sore, data sementara mencatat sebanyak 13 siswa menjadi korban.

“Betul, korban keracunan yang sementara dilaporkan ada 13 orang. Mereka siswa SMP Bina Karya,” kata Edy saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, jumlah korban masih bisa bertambah karena beberapa siswa lain mulai menunjukkan gejala serupa.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Ngamprah bersama pihak sekolah segera melakukan pemeriksaan dan observasi medis di ruang UKS dan aula sekolah.

“Memang masih terus berdatangan. Data terus kita rekap. Update terbaru, satu orang sudah dirujuk ke RS Cahya Kawaluyan,” ujarnya.

Edy menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat untuk ditindaklanjuti.

“Pemeriksaan sampel makanan dan bahan baku akan segera dilakukan untuk memastikan sumber penyebab keracunan,” pungkasnya.

Baca Juga:Van Dijk Tegaskan Liverpool Belum Menyerah Dalam Perburuan Gelar Juara Liga, Musim Masih Panjang!Lebih Pintar Tapi Tak Laku, Gen Z Jadi Pengangguran Terbanyak di Jabar

Kasus ini menambah panjang daftar insiden serupa yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis di Bandung Barat. Sejak pertengahan tahun, sedikitnya delapan klaster kasus keracunan massal telah tercatat di berbagai kecamatan, yaitu di Cipongkor (2 kasus), Cihampelas (1 kasus), Cisarua (2 kasus), Padalarang (1 kasus), dan Lembang (2 kasus).

Total lebih dari 2.100 orang menjadi korban, terdiri atas pelajar, guru, hingga orang tua murid. Banyak di antara mereka harus mendapat perawatan di puskesmas dan rumah sakit akibat gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi paket makanan MBG. (Wit)

0 Komentar