Akses Kesehatan Diperluas, Puskesmas 24 Jam Mulai Beroperasi di Bandung

Sejumlah pasien antre untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung
Sejumlah pasien antre untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (15/1).Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meluncurkan layanan Puskesmas 24 Jam Bandung Utama untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan primer bagi warga. Pada tahap awal, dua puskesmas yang beroperasi penuh selama 24 jam adalah Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda.

Peresmian layanan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam kegiatan peluncuran yang dipusatkan secara luring di Puskesmas Ibrahim Adjie dan diikuti secara daring dari Puskesmas Garuda, Kamis, (15/1).

Salah satu layanan yang disediakan dalam Puskesmas 24 Jam Bandung Utama adalah integrasi pelayanan kesehatan dengan administrasi kependudukan.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Warga yang melahirkan di puskesmas dapat langsung memperoleh dokumen kependudukan, antara lain akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta pembaruan Kartu Keluarga.

Dalam sambutannya, Farhan menyatakan bahwa layanan kesehatan merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.

“Layanan kesehatan adalah bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Dan standar itu dari waktu ke waktu harus semakin tinggi,” kata Farhan di lokasi.

Menurut Farhan, puskesmas yang beroperasi 24 jam diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat tidak harus langsung menuju rumah sakit saat kondisi darurat.

Dia juga menyebutkan bahwa dengan skema Jaminan Kesehatan Nasional dan Universal Health Coverage, masyarakat didorong memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Farhan juga menyinggung kondisi sosial ekonomi Kota Bandung. “Jumlah penduduk miskin memang menurun dan tingkat pengangguran terbuka juga berkurang,” singgungnya.

“Namun kualitas kemiskinan justru memburuk. Fenomena yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya masih terjadi,” ujarnya Farhan.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

Dia menyatakan keberagaman karakter wilayah di Kota Bandung menjadi dasar dalam perencanaan layanan publik, termasuk kesehatan.

Pemkot Bandung, kata Farhan, telah memiliki basis data hasil pendataan sensus hingga tingkat RW yang telah mencapai 100 persen.

“Puskesmas 24 jam ini adalah bagian dari penyelesaian masalah mendasar. Kita selesaikan dulu ‘skin care’-nya sebelum make up dan lipstik,” kata Farhan.

0 Komentar