Beliau dengan bijaksana memilih susu, melambangkan kesucian dan jalan yang diridhoi Allah. Ini menjadi gambaran bahwa beliau dan umatnya akan senantiasa di jalan kebenaran.
Setelah shalat berjamaah di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melesat menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan, mereka singgah di tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu, diantaranya:
1. Langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS
2. Langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
3. Langit ketiga, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS
4. Langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS
5. Langit kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS
6. Langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS
7. Langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS
Baca Juga:AWAS, Aplikasi AMG Potensi Curi Data Pribadi, Ini Hasil Analisis WebsitenyaBukti Nyata Aplikasi MBA Penipuan, Modal Rp500 Ribu Jadi Rp5,4 Juta, Masuk Akal?
Setelah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu beliau bersama Malaikat Jibril singgah untuk mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.
Adapun hikmah dari perjalanan Isra Mi’raj ini yang sangat berati salah satunya salah satunya adalah penetapan shalat lima waktu dalam sehari semalam memiliki makna yang dalam.
Shalat menjadi pengingat kewajiban muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan sehari-hari. Isra Mi’raj tidak hanya mengukuhkan pentingnya shalat, tetapi juga menegaskan kekuatan, keimanan, dan ketakwaan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi bukti keajaiban dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia.
Peristiwa Isra Mi’raj menjadi peringatan bagi umat Islam untuk senantiasa menjalankan shalat dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Melalui shalat, umat Islam dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT, mencari ketenangan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
