Menguak Misteri Keangkeran "Alas Roban" Lewat Film 

Film Horor Alas Roban yang menawarkan Kengerian dan kisah emosional di tengah hutan.
Film Horor Alas Roban yang menawarkan Kengerian dan kisah emosional di tengah hutan di Kabupaten Batang.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Salah satu hutan yang dikenal paling angker di pulau Jawa adalah Alas Roban. Misteri keangkeran hutan yang berada di Kabupaten Batang ini, akan di ungkap secara detail di film horor terbaru 2026 berjudul “Alas ROban”

Film produksi Unlimited Production yang berkolaborasi dengan Narasi Semesta dan Legacy Pictures ini akan mulai ditayangkan serentak di Bioskop se-Indonesia pada 15 Januari 2026 besok.

Syuting dilakukan di lokasi Alas Roban, dimana dikenal angker dengan berbagai kisah mistis dan banyak penampakan yang muncul seperti di ceritakan masyarakat sekitar sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga:Aplikasi EON Media FIX Scam, Sudah Seminggu Tak Bisa WDBandung Night Meetup, Perkuat Solidaritas dan Semangat "Bersama Menjadi Satu"

Suasana hutan jati yang gelap, dingin dan berkabut menambah kengerian setiap kali melintas di jalur maut tersebut.

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak kasus kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut, rute jalan yang berkelok naik turun, binatang yang kadang muncul di tengah jalan, pohon tumbang, suara-suara binatang malam, belum lagi berbagai penampakan menambah daftar kengerian, jika terpaksa harus melewati rute paling mencekam di jalur Pantura ini.

Pada tahun 1900-an rute ini adalah satu-satunya jalur yang bisa dilewati untuk menembus Alas Roban dari Jakarta menuju Semarang atau sebaliknya, namun sejak tahun 2000an, Pemerintah membuka jalur baru yang lebih aman, bahkan dipisahkan antara kendaraan pribadi dan kendaraan berat untuk mengurangi angka kecelakaan.

Kini setelah puluhan tahun, Film “Alas Roban” akan kembali menghadirkan suasana tahun 1990an dimana aura mistis masih sangat kental di jalur ini.

Sinopsis Singkat Film Alas Roban

Film Alas Roban mengangkat kisah horor penuh teror yang berawal dari perjuangan seorang ibu tunggal bernama Sita (Michelle Ziudith). Setelah bertahun-tahun hidup serba terbatas di Pekalongan, Sita akhirnya mendapat pekerjaan baru di sebuah rumah sakit di Semarang. Demi masa depan yang lebih baik, ia memutuskan pindah bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila), yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan.

Perjalanan mereka dilakukan dengan menaiki bus terakhir yang melewati jalur angker, sebuah kawasan hutan yang sudah lama dikenal dengan cerita mistis dan ritual kelam.

0 Komentar