JABAR EKSPRES – Pemerintah menyiapkan anggaran fantastis untuk program makan bergizi gratis (MBG) sepanjang 2026. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, nilainya sebesar Rp335 triliun.
Anggaran MBG ini disampaikan Airlangga dalam kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertajuk Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.
“Tahun ini pemerintah menyiapkan (anggaran) untuk MBG sebesar Rp335 triliun,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Baca Juga:Soal "Margin Fee" 7 Persen, Begini Kata Dirut BulogMenkeu Yakin MBG Tercepat Serap Anggaran di Kuartal I 2026: Mereka Sudah Belanja
Bahkan, kata dia, anggaran untuk program peningkatan gizi dan penguatan ekonomi tersebut dipastikan tersedia dan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Untuk itu, pelaksanaannya dinilai aman, berkelanjutan dan terukur dalam memastikan keberlangsungan layanan gizi bagi para penerima manfaat.
Menurutnya, pemerintah tidak semata menyiapkan anggaran fantastis untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, melainkan dirancang untuk mendukung target menyasar 82 juta penerima manfaat program di seluruh Indonesia.
Politisi Partai Golkar itu mengklaim program MBG mampu menggerakan perekonomian lokal, terlebih dengan metode operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibayar di awal.
“Model bisnis SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga sebetulnya arus kasnya bagus. Dan beberapa yang kami monitor, ada yang sudah memiliki satu SPPG dan pasti mau membangun yang kedua dan seterusnya,” ujarnya.
Di daerah seperti Lamongan, kata Airlangga, terdapat partisipasi masyarakat yang bergotong royong membangun usaha SPPG, yang mencerminkan efek pengganda ekonomi dari program MBG.
Airlangga menjelaskan, dari total anggaran Rp335 triliun, setiap kuartal diperkirakan menyalurkan hampir Rp80 triliun ke tingkat akar rumput (grassroot). Nilai tersebut melampaui stimulus pemerintah pada kuartal pertama tahun sebelumnya yang tercatat mendekati Rp37 triliun secara nasional.
Baca Juga:Soal Sanksi Denda Kehutanan, Pakar Ingatkan Jangan Sampai jadi BumerangUsai Menu MBG Jadi Sorotan, Dinkes Bogor Akhirnya Buka Suara!
“Jadi, kalau program ini meluncur ke grassroot sebesar Rp80 triliun, tentu akan mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Menurut Airlangga, penyaluran dana Rp80 triliun per kuartal secara langsung ke masyarakat akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, program MBG juga diperkirakan mampu menyerap hingga tiga juta tenaga kerja, sejalan dengan perhitungan bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru.
