JABAR EKSPRES – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini menjadi yang tecepat meyerap anggaran di kuartal I 2026. Itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, MBG akan menjadi yang tercepat menyerap anggaran lantaran program yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) itu tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur panjang.
“MBG lah, dugaan saya MBG (yang tercepat menyerap anggaran). Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak,” ujarnya, dikutip Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:Prabowo Merasa Heran Indonesia Kaya tapi Banyak Rakyat Miskin: Tidak Masuk di Hati dan Akal SayaOgah Bergantung pada Impor, Prabowo Umumkan RI Swasembada
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu, memang tetap berjalan selama masa libur sekolah. Itu bertujuan untuk menjamin kebutuhan nutrisi anak.
Kendati BGN sempat menghentikan operasional pada awal Januari 2026 untuk evaluasi, namun mereka dinilai akan melanjutkan belanja anggaran untuk keperluan MBG.
“Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya,” imbuh Menkeu.
Sebelumnya, Wamenkeu Thomas Djiwandono melaporkan Program MBG menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025, setara 72,5 persen dari pagu Rp71 triliun pada APBN 2025.
Ia menjelaskan nilai manfaat yang langsung diterima oleh masyarakat sebesar Rp43,3 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.
Secara angka, jumlah penerima manfaat program MBG mencapai 56,13 juta dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi.
Dari segi keterlibatan pelaku usaha, program MBG telah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap 789.319 pekerja.
Baca Juga:Progres Pengembangan Kompleks Haji Makkah: Pemerintah Targetkan Tampung 22 Ribu Jemaah Tahap AwalBerujung Putusan, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berpisah Hari Ini!
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp335 triliun untuk kelanjutan program MBG. Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.
Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada September 2025, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan sebesar 95,4 persen anggaran atau sekitar Rp255,5 triliun difokuskan untuk program pemenuhan gizi nasional, sementara 4,6 persen atau Rp12,4 triliun untuk program dukungan manajemen.
Kemudian jika dilihat berdasarkan fungsi, 83,4 persen anggaran dialokasikan ke fungsi pendidikan senilai Rp223,5 triliun, 9,2 persen ke fungsi kesehatan Rp24,7 triliun, dan 7,4 persen ke fungsi ekonomi Rp19,7 triliun.
