Proyek Penerangan Gang Cimahi Dipertanyakan Usai Bocah Tewas Tersengat Listrik

Kondisi Penerangan Jalan Gang (PJG) di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan
Kondisi Penerangan Jalan Gang (PJG) di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Peristiwa meninggalnya MPS (5), seorang anak di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga sekaligus menyulut perhatian publik terhadap aspek keselamatan infrastruktur penerangan jalan.

Bocah berusia lima tahun itu dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik dari tiang penerangan jalan gang (PJG) pada 21 Desember 2025 lalu.

Di tengah suasana berduka, ayah korban, Deni (40), menyatakan telah berusaha menerima musibah tersebut dengan lapang dada. Namun, ia menaruh perhatian serius terhadap informasi yang berkembang di masyarakat yang dinilainya tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Deni meluruskan anggapan yang menyebut anaknya meninggal akibat memanjat tiang PJG. Ia menegaskan, narasi tersebut keliru dan berpotensi menyesatkan pemahaman publik terhadap peristiwa yang sebenarnya.

Menurut Deni, kejadian bermula ketika MPS dalam perjalanan pulang dari rumah kerabat. Saat itu hujan turun cukup deras hingga membuat pakaian korban basah. Setibanya di sekitar gapura gang dekat rumahnya, sandal yang dikenakan anak tersebut terlepas.

Dalam kondisi hujan dan jalan licin, korban berhenti sejenak untuk membetulkan sandalnya. Demi menjaga keseimbangan, MPS berpegangan pada tiang PJG di dekat lokasi. Pada saat itulah, tubuh korban diduga tersengat aliran listrik dari tiang tersebut hingga terjatuh dan tidak tertolong.

“Anak saya tidak naik ke tiang. Ia hanya berusaha membetulkan sandalnya sambil berpegangan, lalu tiba-tiba tersengat,” tutur Deni saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/1/2026).

Bagi Deni, pelurusan kronologi ini penting bukan semata untuk menjaga nama baik keluarga, melainkan agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari. Ia menilai kesalahan informasi justru berpotensi mengaburkan akar persoalan, yakni aspek keselamatan fasilitas umum.

Selain meluruskan kronologi, Deni mendesak Pemerintah Kota Cimahi agar lebih serius dan tidak lengah dalam mengawasi pekerjaan pemasangan penerangan jalan gang yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Menurut dia, pengawasan menyeluruh mutlak diperlukan, terutama pada aspek keamanan instalasi listrik yang bersentuhan langsung dengan warga.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

“Saya berharap instansi terkait, terutama Dinas Perhubungan, dapat memastikan kondisi di lapangan benar-benar aman supaya kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

0 Komentar