JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi mencanangkan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS (Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas) di seluruh sekolah pada hari pertama masuk Semester Genap Tahun 2026, Senin (12/1).
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung melakukan monitoring serentak ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah yakni SDN Sukarasa Desa Cileunyi Wetan, SMPN 2 Cileunyi, dan SMPN 1 Soreang.
Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Bupati Bandung Dadang Supriatna yang menekankan penguatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan karakter.
Baca Juga:25.000 Rumah Masih Perlu Diperbaiki, Pemkab Bandung Terapkan Pendekatan Terpadu untuk RutilahuTanpa Kembang Api, Pemkab Bandung Ajak Warga Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Dzikir
“Seluruh pejabat struktural dan para pengawas kami tugaskan untuk memastikan kelancaran hari pertama masuk sekolah semester genap setelah liburan,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pada hari pertama sekolah terdapat dua agenda utama. Pertama, pelaksanaan Pagi Ceria, Senam, dan Upacara Bendera sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026.
Kedua, pelaksanaan Gerakan Bersama Edukasi SAPA BEDAS sesuai Surat Edaran Disdik Kabupaten Bandung Nomor: 100.3.4.4/0073/Disdik/2026.
Menurut Asep, SAPA BEDAS merupakan kebijakan langsung Bupati Bandung untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan sederhana namun bermakna.
“Pak Bupati mencanangkan SAPA BEDAS untuk membangun hubungan emosional yang positif antara kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Dimulai dari salam dan sapa setiap pagi,” katanya.
Selain membangun kedekatan emosional, kegiatan ini juga menjadi sarana memantau kesiapan siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran.
Asep juga meminta seluruh kepala sekolah untuk mendokumentasikan kegiatan SAPA BEDAS dan mengampanyekannya melalui media sosial sebagai bagian dari edukasi publik.
Baca Juga:Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Bandung, Warga Desa Cintamulya Sumedang Gotongroyong Perbaiki Jalan Rusak Lewat Gertaman, Pemkab Bandung Dorong Ketahanan Pangan Keluarga
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa SAPA BEDAS tidak bersifat seremonial semata, melainkan wajib dilaksanakan setiap hari sekolah.
“Kebijakan Pak Bupati jelas. Setiap pukul 06.30 WIB, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sudah menyambut peserta didik. Lokasinya menyesuaikan kondisi sekolah, bisa di gerbang, halaman, atau depan ruang kelas,” tuturnya.
Ia menambahkan, melalui pembiasaan ini Bupati Bandung ingin menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, nyaman, dan aman bagi anak.
