JABAR EKSPRES – Jika kamu merupakan pelaku usaha, tentunya menggunakan KUR Syariah Pegadaian bisa jadi solusi. Produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah Pegadaian ini dirancang khusus untuk membantu pengusaha kecil yang membutuhkan tambahan modal tanpa harus menyediakan agunan.
Memiliki plafon pinjaman yang fleksibel serta cicilan ringan, KUR Syariah Pegadaian menjadi salah satu opsi pembiayaan yang cukup diminati pada periode 2025–2026.
KUR Syariah Pegadaian terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu KUR Super Mikro dan KUR Syariah Mikro.
Baca Juga:AS Diperkirakan Awasi Transisi Kekuasaan Venezuela dalam Jangka PanjangHarga Emas Hari Ini: Antam Tembus Level Tinggi di Awal 2026
Untuk KUR Super Mikro, plafon pinjaman diberikan hingga Rp10 juta, sementara KUR Syariah Mikro menawarkan pembiayaan lebih besar dengan batas maksimal mencapai Rp50 juta. Skema ini memungkinkan pelaku usaha menyesuaikan pinjaman dengan skala dan kebutuhan bisnis masing-masing.
Skema Pembiayaan Syariah yang Terjangkau
Keunggulan utama KUR Syariah Pegadaian terletak pada sistem pembiayaan yang menggunakan prinsip syariah. Pegadaian menerapkan akad Rahn yang bebas riba, sehingga cicilan dihitung secara flat dengan margin sekitar 0,14 persen per bulan.
Margin yang rendah ini membuat beban angsuran lebih ringan dan mudah diprediksi sejak awal tenor.
Dengan sistem cicilan flat, nasabah tidak perlu khawatir akan kenaikan angsuran di tengah masa pinjaman. Hal ini sangat membantu pelaku usaha mikro yang memiliki arus kas terbatas namun stabil, seperti pedagang kecil, pelaku UMKM rumahan, hingga usaha jasa berskala mikro.
Simulasi Cicilan KUR Super Mikro
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut simulasi estimasi angsuran bulanan KUR Super Mikro berdasarkan data 2025–2026. Simulasi ini menggunakan margin sekitar 0,14 persen per bulan dengan pilihan tenor 12 hingga 36 bulan.
Untuk pinjaman sebesar Rp5.000.000, angsuran bulanan diperkirakan sebesar Rp431.000 dengan tenor 12 bulan. Jika memilih tenor 24 bulan, cicilan turun menjadi sekitar Rp227.000 per bulan, dan untuk tenor 36 bulan angsuran menjadi lebih ringan, yakni sekitar Rp155.000 per bulan.
Sementara itu, untuk plafon pinjaman Rp10.000.000, estimasi cicilan per bulan adalah Rp861.000 untuk tenor 12 bulan. Pada tenor 24 bulan, cicilan berada di kisaran Rp454.000 per bulan, sedangkan tenor 36 bulan menawarkan angsuran sekitar Rp310.000 per bulan.
