AS Diperkirakan Awasi Transisi Kekuasaan Venezuela dalam Jangka Panjang

AS Diperkirakan Awasi Transisi Kekuasaan Venezuela dalam Jangka Panjang
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (SUMBER FOTO: X/NicolasMaduro)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Amerika Serikat diperkirakan akan terus berperan dalam pengawasan proses transisi kekuasaan di Venezuela untuk waktu yang tidak singkat. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi AS, Chris Wright, pada Minggu, yang menyebut keterlibatan Washington bisa berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

Dalam wawancara dengan CBS, Wright menyatakan bahwa durasi peran AS belum dapat ditentukan secara pasti.

“Bisa jadi satu atau dua tahun. Bisa juga lebih lama,” ujarnya ketika ditanya mengenai berapa lama Amerika Serikat akan terus terlibat dalam dinamika politik Venezuela.

Baca Juga:Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Level Tinggi di Awal 2026Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Cek Daftar Lengkap per Gram

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada batas waktu yang jelas terkait keterlibatan tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat melancarkan operasi besar terhadap Venezuela pada 3 Januari. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan bahwa pasangan tersebut akan diadili atas tuduhan keterlibatan dalam aktivitas yang disebut sebagai “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap keamanan Amerika Serikat.

Pasca penangkapan tersebut, situasi politik di Venezuela mengalami perubahan signifikan. Mahkamah Agung Venezuela memutuskan untuk sementara waktu mengalihkan kewenangan kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez.

Rodriguez kemudian secara resmi dilantik sebagai presiden sementara dalam sidang Majelis Nasional pada 5 Januari, guna menjaga keberlangsungan pemerintahan di tengah krisis yang terjadi.

Langkah Amerika Serikat ini menuai reaksi keras dari sejumlah negara. Rusia, China, dan Korea Utara secara terbuka mengecam tindakan AS yang dinilai melanggar kedaulatan Venezuela.

Ketiga negara tersebut menilai intervensi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan memperuncing ketegangan internasional.

Baca Juga:Indonesia–Turki Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Pertahanan, dan EnergiResep Banana Pudding ala Magnolia Bakery: Creamy dan Lembut

Kementerian Luar Negeri Rusia bahkan menyatakan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela. Moskow menyerukan agar Nicolas Maduro dan Cilia Flores segera dibebaskan, serta mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Rusia juga menekankan pentingnya penyelesaian krisis Venezuela melalui dialog dan mekanisme hukum internasional, tanpa campur tangan sepihak dari negara lain.*

0 Komentar