Tingginya Kasus Kekerasan Seksual pada Anak, Polres Bogor Bentuk Satuan Baru

Tingginya Kasus Kekerasan Seksual pada Anak, Polres Bogor Bentuk Satuan Baru
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto saat menyampaikan keterangan. Foto: Regi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polres Bogor berencana membentuk Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) pada 2026.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, pembentukan satuan baru tersebut karena cukup tingginya kasus pencabulan anak di Kabupaten Bogor.

Dirinya mengungkapkan, akan mengajukan pembentukan satuan khusus kepada Polda Jawa Barat untuk menangani kasus kekerasan seksual pada anak maupun perdagangan orang.

Baca Juga:Sistem Distribusi Siap Sejak Awal Tahun 2026, Petani Langsung Tebus Pupuk SubsidiCetat Rekor Tertinggi, Penyaluran Dana FLPP Capai 278.868 Rumah 

“Kasus pencabulan anak cukup rumit karena jumlahnya cukup tinggi di Kabupaten Bogor, untuk itu kami melaporkan juga, bahwa di tahun 2026 nanti Polres Bogor akan memiliki satuan tersendiri PPA-PPO,” kata AKBP Wikha, pada Jumat (2/1/2026).

Ia menutur, penanganan PPA-PPO tertumpu pada Satreskrim. Dia mengaku, pembentukan tersebut sudah disetujui oleh Polda Jabar.

“Jadi saat ini penanganan kasus PPA-PPO itu tertumpu pada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan kemarin kami ajukan ke Polda Jabar Alhamdulillah di ACC,” sambung dia.

Lebih jauh, Polres Bogor bersama Polres Karawang akan ditunjuk oleh Polda Jawa Barat sebagai pilot project pembentukan Satuan PPA-PPO.

Nantinya, satuan tersebut akan memiliki kepala satuan dan struktur organisasi yang terpisah dari Satreskrim.

“Dimana nanti akan ada kepala satuannya sendiri, ada kasat PPA-PPOnya. Kemudian, memiliki 3 unit dan memiliki personel jumlahnya dari sekarang hanya ada unit PPA-PPO di Satreskrim,” jelas dia.

Kini, lanjut AKBP Wikha, satuan PPA-PPO Polres Bogor masih menunggu administrasi hingga surat mutasi personel dari Polda Jawa Barat.

Baca Juga:Wujudkan Kehadiran Negara, BSI Dukung Danantara Bangun Hunian Layak untuk Percepat Pemulihan Warga AcehMelayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha Lokal

“Kami masih menunggu personel yang akan ditunjuk dan dimutasi untuk memimpin satuan PPA–PPO. Insyaallah penanganan terkait pencabulan anak, PPA PPO kedepan akan semakin baik,” pungkasnya.

0 Komentar