“Ini baru pertama kali ditanami jagung. Dulu karet, sempat jadi hutan, lalu digarap warga,” katanya.
Meski tidak mengalami kendala berarti dalam perawatan tanaman, Ita menyebut kontur lahan yang berbukit cukup menguras tenaga. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut karena memberikan penghasilan yang lebih pasti bagi petani.
“Kami digaji harian, dan katanya penanaman jagung ini akan berlanjut sampai setahun ke depan. Mudah-mudahan bisa membantu ekonomi warga,” pungkasnya. (Wit)
