Dedi Mulyadi Sampaikan Pemprov Siap Bayar Kontraktor, Tapi Mau Audit Pekerjaan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (dok humas)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (dok humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan terima kasih atas berbagai kritik yang masuk terkait tunda bayar. Ia menegaskan bahwa uang Pemprov telah siap.

Dedi Mulyadi langsung merespon berbagai kritik yang masuk terkait fenomena tersebut. Baginya otokritik itu jadi penyempurnaan atas kinerja Pemprov. “Terima kasih kepada semua pihak, baik media, para pengamat, maupun warga masyarakat secara umum yang telah memberikan otokritik terhadap pemerintah Provinsi Jawa Barat, ” katanya dalam video yang juga diposting di akun medsosnya, Kamis (8/1).

Dedi Mulyadi melanjutkan, Salah satu hal yang disoroti adalah gagal bayar atau tunda bayar senilai Rp 621 miliar. Iapun menegaskan bahwa saat ini anggaran telah siap.

Baca Juga:Lapas Banjar Darurat Dokter, Pemkot Siapkan Bantuan SementaraPemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov Jabar

“Saya sampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memiliki kecukupan uang untuk melakukan pembayaran, ” cetusnya.

Dedi Mulyadi menguraikan, uang itu dari berbagai sumber pendapatan. Di antaranya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang tersedia, dan kemudian juga dari pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terus mengalir.

“Setiap hari terjadi peningkatan kesadaran warga Jawa Barat untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Jadi saya mengucapkan terima kasih, “katanya.

Namun Dedi Mulyadi juga memberikan catatan. Bahwa tidak bisa juga langsung serta-merta dibayarkan, karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini sedang melakukan audit atau verifikasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang harus dibayar. Di antara pekerjaan itu, ada pekerjaan yang sangat baik, ada pekerjaan baik, ada pekerjaan yang kurang baik.

“Terhadap pekerjaan yang kurang baik, kami akan terus melakukan verifikasi, audit, studi lapangan, agar pekerjaan-pekerjaan yang kurang baik pasti kami tidak akan membayarkan semuanya. Kami akan membayarkan sesuai dengan jasanya, ” cetusnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat agar ikut memantau proyek yang ada di Jawa Barat. “Silakan warga masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan postingan ke media sosial mengenai pekerjaan-pekerjaan yang baik, yang kurang baik, maupun yang tidak baik, ” tutupnya. (son)

0 Komentar