JABAR EKSPRES – Warga Kampung Pakusarakan RT 09 RW 16, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengeluhkan penumpukan sampah yang tak kunjung terangkut dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Salah seorang warga, Jajang, mengatakan bahwa sebelumnya pengangkutan sampah di wilayahnya berjalan cukup rutin, yakni satu hingga dua minggu sekali. Namun belakangan, sampah kerap tidak diambil sesuai jadwal, bahkan beberapa kali sama sekali tidak terangkut.
Baca Juga:Pemkab Bogor Wacanakan Ruislag Aset dengan Pemprov JabarRelawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Bencana
“Biasanya satu minggu sekali atau paling lama dua minggu sekali diambil. Tapi sekarang sudah beberapa kali tidak diangkut, jadi sampah menumpuk,” ujar Jajang saat dihubungi, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, penumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap, terutama saat cuaca panas. Bau tersebut dirasakan warga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari di lingkungan permukiman.
“Baunya sudah tidak enak. Kami khawatir ini bisa berdampak ke kesehatan warga, apalagi di sini banyak anak-anak dan orang tua,” katanya.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga dinilai mencerminkan lemahnya penanganan persoalan sampah oleh instansi terkait.
Jajang menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat maupun UPTD Kebersihan terkesan lamban dalam merespons dan menangani keluhan penumpukan sampah di wilayah mereka.
“Sudah berlangsung beberapa bulan, tapi belum ada penanganan yang jelas. Kami menilai DLH maupun UPTD Kebersihan lamban menindaklanjuti persoalan sampah ini,” katanya.
Ia menambahkan, minimnya informasi terkait jadwal pengangkutan sampah turut memperburuk kondisi di lapangan. Warga tidak mengetahui secara pasti kapan sampah akan diangkut, sehingga penumpukan terus terjadi.
Baca Juga:De Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis Berkelanjutan
Jajang berharap pemerintah daerah melalui DLH dan UPTD Kebersihan segera turun tangan dan melakukan penanganan konkret. Selain pengangkutan sampah yang rutin, warga juga meminta adanya evaluasi sistem pengelolaan sampah agar persoalan serupa tidak kembali terulang.
“Kami hanya ingin sampah diangkut secara rutin seperti dulu. Lingkungan bersih, warga juga merasa lebih nyaman dan sehat,” pungkasnya. (Wit)
