Ono Surono Dukung Sawit di Jabar Diganti Komoditas Lain: Petani dan Perusahaan Sepakat

Ono Surono Dukung Sawit di Jabar Diganti Komoditas Lain: Petani dan Perusahaan Sepakat
Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono saat di Cirebon. (Dok Humas Pemprov Jabar)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono turut merespons terkait polemik kebun sawit di Cirebon. Pihaknya sejalan dengan langkah Pemprov. Ia turut mengapresiasi kepada petani yang mau mengganti dengan komoditas lain.

Politikus PDIP itu juga sampai terjun langsung ke lokasi kebun sawit di Desa Cigobang, Kabupaten Cirebon. Ia melihat kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan para petani dan aparat desa setempat.

Menurut Ono, sawit-sawit itu juga masih dalam tahap awal penanaman. Kondisi pohon juga masih belum besar. “Ada sekitar 400 batang di lahan seluas 2,5 hektare. Kalau usia tanaman sekitar 5 bulan,” terangnya, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga:Data BPS Sebut Kebun Sawit di Jawa Barat Ternyata Nyaris Seluas Kota BandungDedi Mulyadi Tegas Tolak Kebun Sawit di Cirebon, Pemprov Jabar Siapkan Aturan Larangan

Ono melanjutkan, sawit itu merupakan kerja sama antara perusahaan dan petani. Di mana seluruh biaya mulai dari penanaman hingga perawatan ditanggung oleh perusahaan.

Lalu dari hasil dialog, para petani dan perusahaan juga bersedia mengganti sawit-sawit itu dengan komoditas lain. “Petani sepakat untuk beralih komoditas. Ini tentu patut diapresiasi,” katanya.

Menurutnya, potensi penanaman sawit tidak hanya ditemukan di Cirebon, tetapi juga terindikasi di sejumlah daerah lain seperti Kuningan dan Ciamis, dengan total luasan yang tercatat mencapai 4000 hektare. Namun, dengan adanya surat edaran tersebut, penanaman sawit dapat dicegah sejak dini.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga menyampaikan respons tegas terkait keberadaan kebun sawit itu. Dedi menegaskan bahwa tanaman sawit tidak diperkenankan dikembangkan di wilayah Jawa Barat. Ia menilai sawit tidak sesuai dengan kondisi geografis dan peruntukan lahan di provinsi tersebut.

“Saya tegaskan, hentikan dan tidak boleh diteruskan,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan dinas terkait untuk menyiapkan surat edaran larangan penanaman sawit. Jika diperlukan, aturan tersebut akan diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub).

Sementara itu, Di tengah polemik kebun sawit di Cirebon, Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar turut menyampaikan kondisi data sawit di Jawa Barat, ternyata datanya cukup mencengangkan.

Data tersebut juga disampaikan melalui akun medsos resmi BPS pada Rabu (31/12). Dalam keteranganya, luas kebun sawit di Jawa Barat jika ditotal hampir seluas Kota Bandung.

0 Komentar