JABAR EKSPRES – Di tengah polemik kebun sawit di Cirebon, Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar turut menyampaikan kondisi data sawit di Jawa Barat, ternyata datanya cukup mencengangkan.
Data tersebut juga disampaikan melalui akun medsos resmi BPS pada Rabu (31/12). Dalam keteranganya, luas kebun sawit di Jawa Barat jika ditotal hampir seluas Kota Bandung.
BPS merincikan, luas areal tanaman perkebunan kelapa sawit di Jabar pada 2024 ada di angka 158,54 kilometer persegi, nyaris setara dengan luas Kota Bandung yang di angka 166,59 kilometer persegi.
Baca Juga:Melayani dengan Hati, ESG PNM Tumbuh Bersama Ibu-Ibu Pelaku Usaha LokalPercepat Penyaluran, Purbaya Gelontorkan Rp268 Miliar untuk 3 Provinsi di Sumatra Terdampak Bencana
Jika diuraikan, perkebunan kelapa sawit ada di beberapa titik, tapi mayoritas ada di Kabupaten Sukabumi yakni sekitar 41,62 persen.
Kemudian pada 2024 juga tercatat Jawa Barat menghasilkan 46.753 ton minyak sawit, jika dikonversi bisa menjadi sekitar 52 juta ton liter minyak goreng.
Sebelumnya, kelapa sawit memang tengah menjadi sorotan, bermula dari keresahan warga terkait keberadaan kebun sawit di Desa Cigobang, Kabupaten Cirebon.
Berkaitan dengan itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga telah merespon dengan tegas. Dedi mengaku baru mengetahui adanya kebun sawit di Desa Cigobang, Kabupaten Cirebon, karena tidak adanya laporan dari pemerintah desa setempat. Menurutnya, jika sejak awal ada laporan, persoalan tersebut bisa segera ditangani.
“Kalau yang di Cirebon (Desa Cigobang) ini tidak ada yang melapor. Padahal kalau kepala desa melapor, tentu bisa diselesaikan. Gubernur tidak mungkin mengetahui semua hal setiap waktu,” ujar Dedi, Selasa (30/12).
Ia mengungkapkan, sebelum kasus di Cigobang mencuat, pihaknya sempat menerima laporan terkait rencana penanaman sawit di lokasi lain di Jawa Barat. Bahkan, sekitar enam bulan lalu terdapat upaya budidaya sawit di lereng Gunung Ciremai yang langsung dihentikan.
“Enam bulan lalu ada yang mau menanam sawit di lereng Gunung Ciremai. Saya tidak mengumumkannya ke mana-mana, tapi langsung menghentikannya melalui bupati,” ungkapnya.
Baca Juga:Peluang UMKM Meluas, Sabun Batangan Indonesia Diborong Pengusaha Asal Taiwan Senilai Rp4 Miliar Social Butterfly
Dedi menegaskan bahwa tanaman sawit tidak diperkenankan dikembangkan di wilayah Jawa Barat. Ia menilai sawit tidak sesuai dengan kondisi geografis dan peruntukan lahan di provinsi tersebut.
“Saya tegaskan, hentikan dan tidak boleh diteruskan,” katanya.
