JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan penolakannya terhadap keberadaan kebun sawit di Kabupaten Cirebon. Ia memastikan aktivitas tersebut akan dihentikan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan regulasi larangan penanaman sawit.
Dedi mengaku baru mengetahui adanya kebun sawit di Desa Cigobang, Kabupaten Cirebon, karena tidak adanya laporan dari pemerintah desa setempat. Menurutnya, jika sejak awal ada laporan, persoalan tersebut bisa segera ditangani.
“Kalau yang di Cirebon (Desa Cigobang) ini tidak ada yang melapor. Padahal kalau kepala desa melapor, tentu bisa diselesaikan. Gubernur tidak mungkin mengetahui semua hal setiap waktu,” ujar Dedi, Selasa (30/12).
Baca Juga:De Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis Berkelanjutan
Ia mengungkapkan, sebelum kasus di Cigobang mencuat, pihaknya sempat menerima laporan terkait rencana penanaman sawit di lokasi lain di Jawa Barat. Bahkan, sekitar enam bulan lalu terdapat upaya budidaya sawit di lereng Gunung Ciremai yang langsung dihentikan.
“Enam bulan lalu ada yang mau menanam sawit di lereng Gunung Ciremai. Saya tidak mengumumkannya ke mana-mana, tapi langsung menghentikannya melalui bupati,” ungkapnya.
Dedi menegaskan bahwa tanaman sawit tidak diperkenankan dikembangkan di wilayah Jawa Barat. Ia menilai sawit tidak sesuai dengan kondisi geografis dan peruntukan lahan di provinsi tersebut.
“Saya tegaskan, hentikan dan tidak boleh diteruskan,” katanya.
Terkait kebun sawit di Desa Cigobang, Dedi menyebut lahan tersebut berada di luar peruntukan dan bukan merupakan habitat tanaman sawit. Ia pun meminta agar tanaman sawit diganti dengan komoditas lain yang lebih sesuai.
“Kalau di situ memang di luar peruntukannya dan bukan tanaman habitatnya, ya harus diganti dengan tanaman lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan dinas terkait untuk menyiapkan surat edaran larangan penanaman sawit. Jika diperlukan, aturan tersebut akan diperkuat melalui Peraturan Gubernur (Pergub).
“Dulu sebenarnya sudah ada. Di Sukabumi dan Subang juga pernah terjadi. Di Subang bahkan muncul keluhan masyarakat karena kekurangan air. Jawa Barat wilayahnya kecil dan lahannya sempit, sementara sawit butuh area sangat luas, jadi tidak cocok. Yang lebih sesuai itu teh, karet, kina, dan kopi,” pungkasnya.
