JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai instrumen strategis untuk menjawab persoalan perkotaan yang kian kompleks, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga ancaman banjir musiman.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), arah kebijakan pembangunan difokuskan pada tiga prioritas utama yang dinilai bersentuhan langsung dengan kualitas hidup warga.
Kepala DPUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menjelaskan bahwa peningkatan konektivitas jalan, pengendalian banjir, dan pengembangan ruang publik menjadi poros utama pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2025.
Baca Juga:Dibawah Bayang-bayang Kasus Pelecehan Pesantren, Kemenag Cimahi Bicara Soal IniHAB Kemenag ke-80, Aksi Hijau Perkuat Pesan Moderasi Beragama di Cimahi
Ketiga prioritas tersebut, kata dia, merupakan penjabaran konkret dari visi dan misi kepala daerah.
“Sepanjang tahun 2025, DPUPR telah memusatkan program pembangunan pada ketiga prioritas tersebut. Dalam sektor transportasi, DPUPR telah membangun sejumlah bundaran di kawasan strategis untuk memperbaiki sistem lalu lintas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (5/1/26).
Infrastruktur ini, lanjut Wilman, diharapkan dapat mengurai kemacetan dan menambah nilai estetika kawasan perkotaan.
Pembangunan bundaran di sejumlah titik strategis bukan semata proyek fisik, melainkan bagian dari upaya penataan ruang kota yang lebih tertib dan fungsional.
DPUPR memandang lalu lintas sebagai urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga, sehingga perbaikannya harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Di sisi lain, persoalan banjir yang kerap muncul saat musim hujan juga menjadi perhatian serius. DPUPR melakukan pemeliharaan drainase jalan secara berkala sebagai langkah pengendalian dan pencegahan genangan, terutama di kawasan yang selama ini dikenal rawan banjir.
Upaya ini dilengkapi dengan pembangunan serta revitalisasi fasilitas infrastruktur, baik di lingkungan pemerintahan maupun ruang pelayanan publik.
Baca Juga:KPU Cimahi Mantapkan Kinerja Jelang Agenda Krusial Awal 2026DLH Cimahi Klaim Sampah Pasca Tahun Baru Terkendali, Meski Dominasi Sampah Kemasan Masih Jadi Tantangan
Wilman menegaskan bahwa seluruh proyek infrastruktur tersebut dijalankan dengan mengacu pada prinsip “3T”, yakni tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi kerja DPUPR agar setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Prinsip ini menjadi komitmen DPUPR agar setiap pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Cimahi,” tambahnya.
Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terukur, Wilman berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada capaian fisik semata, melainkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
