JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi memastikan penanganan sampah pasca perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 berlangsung terkendali.
Meski momentum pergantian tahun kerap memicu lonjakan timbulan sampah, kondisi di Cimahi relatif stabil dan tidak menimbulkan penumpukan signifikan di ruang-ruang publik.
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi peningkatan volume sampah sejak malam pergantian tahun dengan memetakan sejumlah titik rawan penumpukan, terutama di lokasi yang menjadi pusat keramaian warga.
Baca Juga:Relawan PNM Kembali Turun Langsung Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban BencanaDe Braga by ARTOTEL Resmi Perkenalkan General Manager Baru dan Raih Sertifikasi GSTC
“Sejak tanggal 31 Desember hingga hari ini kami sudah menginventarisasi titik-titik rawan, seperti alun-alun dan lokasi strategis lain yang berpotensi terjadi pengumpulan massa. Di titik-titik itu kami menyiagakan petugas dengan sistem piket,” kata Chanifah saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (3/1/26).
DLH Cimahi, lanjutnya, telah menurunkan personel di tiga kawasan strategis kota. Di setiap titik, sekitar 10 petugas disiagakan untuk melakukan penyapuan dan pembersihan sampah sisa aktivitas masyarakat pada malam tahun baru.
Chanifah menegaskan, pemantauan juga terus dilakukan hingga hari berikutnya untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal dan menumpuk.
“Jika dibandingkan dengan perayaan tahun baru sebelumnya, volume sampah kali ini cenderung menurun. Perubahan pola perayaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama,” katanya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, sampah yang terkumpul tidak sebanyak sebelumnya. Tahun ini masyarakat lebih banyak merayakan di rumah, sehingga aktivitas di jalan dan ruang publik juga relatif landai,” sambung Chanifah.
Berdasarkan hasil pemantauan DLH, jenis sampah yang mendominasi pasca perayaan tahun baru masih didominasi sampah kemasan atau anorganik. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada produk siap saji dan sekali pakai menjadi penyumbang utama jenis sampah tersebut.
“Seperti pola yang selama ini terjadi, sampah pasca tahun baru didominasi sampah anorganik, terutama kemasan,” kata Chanifah.
Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli LingkunganÂ
Untuk pengangkutan sampah, Chanifah memastikan layanan tetap berjalan normal, termasuk pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Pada hari pertama tahun baru, DLH mencatat sekitar 16 ritase sampah dikirim ke TPA.
Setiap ritase diperkirakan membawa 5 hingga 6 ton sampah, sehingga total sampah yang terangkut mencapai sekitar 140 ton.
