JABAR EKSPRES – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung mencatat adanya penurunan tingkat hunian hotel selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, meski pergerakan wisatawan justru terbilang tinggi, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas selama Nataru relatif padat seperti tahun-tahun sebelumnya, namun tidak berbanding lurus dengan okupansi hotel.
“Kalau dari sisi pergerakan wisatawan, Kabupaten Bandung seperti biasa kebagian macet, padat, dan volume kendaraan melimpah. Tapi ini tidak berbanding lurus dengan hunian hotel. Dari sisi hunian justru ada penurunan sekitar 30 persen,” ujar Wawan, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:Tutupi 2025 dengan Syukur dan Kemanusiaan, Dirut BSI Pimpin Doa Akhir Tahun dari AcehPersib Perkuat Skuad, 1 Asing 2 Lokal Bakal Datang!
Meski demikian, pihaknya masih optimistis angka kunjungan akan terus meningkat karena masih adanya momentum libur Tahun Baru, akhir pekan, serta libur Isra Miraj.
“Masih ada malam tahun baru, kemudian Sabtu-Minggu, dan libur Isra Miraj. Saya kira jumlah kunjungan masih akan bertambah,” katanya.
Ciwidey dan Pangalengan Masih Jadi Favorit
Meski begitu, Wawan menjelaskan jika wilayah selatan Kabupaten Bandung masih menjadi tujuan utama wisatawan. Di kawasan Ciwidey tercatat lebih dari 100 ribu kunjungan, sementara Pangalengan mencapai sekitar 90 ribu wisatawan.
“Yang jadi favorit itu seperti Kawah Putih, Glamping, Nimo, Ranca Upas, dan Tirta Kamelia. Di lokasi-lokasi itu memang terjadi kepadatan,” ungkapnya.
Namun, tingginya jumlah kunjungan tersebut tidak sejalan dengan tingkat hunian hotel. Menurut Wawan, banyak wisatawan yang hanya singgah tanpa menginap.
“Mereka ini kan jalur selatan, terkenal dengan keindahan alamnya. Jadi banyak yang hanya singgah, menikmati pemandangan, lalu melanjutkan perjalanan,” jelasnya.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Baca Juga:Mental Juara Grup, Persib Siap Tantang Ratchaburi di 16 Besar ACL TwoBeralih ke Rumah Minimalis: Kawasan Urban dengan Prinsip Less is More
“Tahun kemarin bisa sampai 150 ribu sampai 200 ribu. Sekarang memang menurun, mungkin karena isu kebencanaan dan kondisi cuaca yang curah hujannya cukup tinggi dalam dua minggu terakhir,” katanya.
Selain faktor cuaca, kondisi ekonomi juga dinilai turut memengaruhi pergerakan wisatawan.
Wawan menambahkan, sepanjang 2025 jumlah pergerakan wisatawan ke Kabupaten Bandung mencapai sekitar 7 juta orang. Namun, angka tersebut belum sebanding dengan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan.
