Hergun Gelontorkan Rp11,8 Miliar untuk Infrastruktur dan Non Infrastruktur di Dapil IV

Hergun Gelontorkan Rp11,8 Miliar untuk Infrastruktur dan Non Infrastruktur di Dapil IV
Hergun gelontorkan Rp11,8 Miliar Non infrastruktur. foto: Sandika/ Jabar Ekspres
0 Komentar

Ratusan Rumah untuk Kenyamanan Masyarakat

Di tahun 2025, Kang Hergun juga menyalurkan ratusan rumah untuk masyarakat yang memiliki rumah tidak layak. Ratusan rumah itu berasal dari 150 Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkab Bogor dan 118 Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Ibu Marlyn Maisarah (DPR RI).

Kang Hergun menjelaskan, Rutilahu itu merupakan program meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dengan menyediakan hunian yang sehat, aman, dan layak huni dengan cara memperbaiki atau membangun kembali rumah yang rusak, mengatasi kemiskinan, menurunkan angka stunting, serta menata kawasan kumuh.

“Dengan begitu, masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dan keluarga dapat berfungsi optimal. Rumahnya kita bantu, peluang pekerjaannya sudah disiapkan,” jelas dia.

Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 

Sementara, program BSPS dari Pemerintah Pusat melalui Marlyn Maisarah diperuntukkan untukmembantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki atau meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah sehat, aman, dan layak huni secara mandiri (swadaya), melalui pemberian stimulan dana, material, dan pendampingan teknis.

“Program ini juga sekaligus mendorong gotong royong dan menggerakkan ekonomi lokal menggunakan material serta tenaga kerja setempat,” jelas dia.

Kebutuhan Air dan Infrastruktur Bagi Warga Desa

Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) diturunkan Marlyn Maisarah melalui Kang Hergun pada satu titik wilayah Bogor Barat. Program strategis Kementerian PUPR untuk membangun infrastruktur dasar pedesaan itu dirasakan oleh ribuan masyarakat sekian.

“Program ini bisa berupa pembangunan jalan, jembatan ataupun sanitasi, disesuaikan dengan kebutuhan dasar pada desa tersebut,” kata dia.

Program bernilai ratusan juga itu dilakukan pendekatan pemberdayaan masyarakat alias Padat Karya. Sehingga, warga tidak hanya merasakan hasil bangunannya, tapi juga turut ikut proses pembangunan PISEW itu.

“Ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengurangi kesenjangan wilayah, dan menciptakan konektivitas, dengan memanfaatkan tenaga kerja dan sumber daya lokal,” jelas dia.

Tak hanya itu, Marlyn Maisarah melalui Heri Gunawan juga menurunkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di satu titik wilayah Bogor Barat.

0 Komentar