Kang Hergun menjelaskan, program itu bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat pedesaan dan pinggiran kota terhadap air minum layak dan sanitasi yang layak secara berkelanjutan.
“Program ini mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesehatan, kualitas hidup, dan pencapaian target nasional/global seperti 100 persen akses air minum dan SDGs,” jelas dia.
Ibu Marlyn Maisarah melalui Kang Hergun juga menurunkan 40 Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) untuk masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Barat.
Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata
Kang Hergun menjelaskan, program menyediakan akses sanitasi layak (kamar mandi dan jamban) serta sistem pengelolaan air limbah (SPALD-S) untuk masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, guna mengurangi Buang Air Besar Sembarangan (BABS), meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara partisipatif dan berkelanjutan.
PJUTS untuk Menerangi Masa Depan Masyarakat
Kang Hergun juga menurunkan ratusan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di 146 Unit yang tersebar di Dapilnya wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat.
Kang Hergun membayangkan dirinya sejak kecil yang sering mengaji setiap magrib dan pulang malam hari dengan kondisi pencahayaan yang kurang di kampungnya, Pasarean.
“Saya dulu sangat minim pencahayaan, pulang ngaji malem itu gak berani karena gelap banget, tapi ngaji harus terus berjalan karena keluarga saya mengharuskan anaknya agar tidak berhenti mengaji meski perjalanan menuju rumah guru ngaji saya yang cukup gelap,” kata dia.
Kang Hergun tidak ingin hal serupa dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Kampung dan di Desa tidak boleh lagi ketakutan karena gelap menuju rumah guru mereka untuk mengaji.
“Sehingga, saya membawa 146 unit PJUTS yang dipasang di kampung yang minim penerangan. Anak-anak tidak perlu lagi lari saat pulang mengaji karena gelap, sebab ratusan titik itu sudah menemani mereka agar tetap giat mengaji dan belajar tanpa rasa khawatir apapun,” jelas dia.
Program Pendidikan hingga Kesehatan
Kemudian, Kang Hergun dan Ibu Marlyn Maisarah juga menurunkan program pada bidang pendidikan. 97 Program Indonesia Pintar (PIP) diturunkan untuk warga berusia 6-21 tahun di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.
