“Kalau melihat bahan baku, sebenarnya potensinya masih sangat besar. Tapi kami terbatas tempat dan tenaga,” katanya lirih.
Meski begitu, semangat Mamang tak surut. Setiap karung pupuk yang keluar dari tempat produksinya menjadi bukti bahwa kerja kecil di desa bisa memberi dampak jauh.
Upaya Mamang pun mendapat perhatian pemerintah setempat. Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan, menilai pupuk Bongsor sebagai contoh konkret pemanfaatan potensi desa yang mampu melahirkan nilai ekonomi baru.
Baca Juga:Perketat Kawasan Wisata, Bupati Bandung Barat akan Tindak Tegas Oknum Getok Harga Parkir di Lembang Pemkab Bandung Barat Gaspol Usulkan UMK 2026 Naik Rp253 Ribu
“Apa yang dilakukan Pak Mamang menunjukkan bahwa limbah ternak tidak selalu menjadi masalah. Dengan kreativitas dan ketekunan, justru bisa diolah menjadi produk unggulan yang diminati hingga ke luar daerah,” ujar Dadang.
Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Pemerintah kecamatan, kata Dadang, siap memberi dukungan agar produksi pupuk organik lokal seperti Bongsor dapat berkembang lebih optimal.
“Kami akan mendorong dan mendukung setiap inisiatif warga yang memiliki dampak positif bagi kemajuan wilayah,” pungkasnya. (Wit)
