JABAR EKSPRES– Pertumbuhan bisnis menjadi fase yang dinanti banyak brand. Namun, ketika volume pesanan meningkat, jumlah SKU bertambah, dan permintaan pasar melonjak, ekspansi justru dapat menghadirkan tantangan baru yang tidak sederhana.
Mulai dari kapasitas gudang, ketepatan pencatatan inventori, proses fulfillment, hingga kebutuhan tenaga kerja harus dipersiapkan agar pertumbuhan penjualan tidak berujung pada persoalan operasional.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika brand memasuki periode peak season. Lonjakan transaksi dalam waktu singkat dapat membuat kapasitas operasional yang sebelumnya cukup menjadi kewalahan.
Baca Juga:Road to Give 2026 Kembali Digelar di Bandung, Ajak Masyarakat Berlari untuk Pejuang KankerSilatnas ke-17 di Lembang, IIBF Tegaskan Diri Jadi Sensor Ekonomi dan Mitra Strategis Pemerintah
Di sisi lain, membangun seluruh infrastruktur secara mandiri bukan perkara mudah. Brand membutuhkan investasi besar untuk menambah gudang, sistem teknologi, maupun sumber daya manusia. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun kapasitas tersebut juga belum tentu sejalan dengan cepatnya pertumbuhan bisnis.
Melihat kebutuhan tersebut, FAS, entitas anak Blibli, hadir dengan pendekatan sebagai strategic growth partner, bukan sekadar penyedia layanan operasional.
FAS menawarkan solusi all-in-one enabler yang dirancang untuk membantu brand mengelola sekaligus mengembangkan bisnis melalui ekosistem terintegrasi, mulai dari manajemen e-commerce, fulfillment, hingga distribusi offline.
Pendekatan tersebut memungkinkan brand melakukan ekspansi secara lebih fleksibel tanpa harus membangun seluruh infrastruktur operasional dari awal.
FAS memanfaatkan data-driven insights, pemahaman terhadap karakteristik industri, serta pengalaman operasional untuk membantu brand merumuskan dan mengeksekusi strategi pertumbuhan yang lebih tepat.
Layanan tersebut diperkuat pengalaman operasional di dalam ekosistem Blibli selama lebih dari 15 tahun, jaringan lebih dari 15 gudang strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, serta dukungan teknologi berbasis data.
Director of FAS Alvin Hadibowo mengatakan, dinamika pertumbuhan bisnis yang bergerak cepat membuat brand membutuhkan kapasitas operasional yang mampu beradaptasi dengan perubahan permintaan.
Baca Juga:DLH Jabar Ambil Sampel Limbah di Sungai Sekitar PT SMM, Manajemen Buka SuaraMerdeka dalam Konektivitas, Telkomsel Perluas Sinyal 4G hingga Pelosok Cisolok Sukabumi
“Pertumbuhan bisnis itu dinamikanya sangat cepat. Dalam kurun waktu singkat, brand bisa mendadak kebanjiran SKU, lonjakan order, atau lonjakan transaksi saat peak season. FAS hadir agar kapasitas operasional brand bisa ikut menyesuaikan kebutuhan tersebut secara fleksibel, tanpa mereka harus terus-menerus membangun gudang baru atau menambah tim sendiri,” ujar Alvin.
