PKW 2026, LKP Nuning Kembali Cetak Pengusaha Baru Bidang Tata Rias Pengantin

Pendidikan Kecakapan Wirausaha
Pendidikan Kecakapan Wirausaha
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nuning kembali mencetak pengusaha baru di bidang tata rias pengantin melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026. Selain mendapatkan pelatihan, para peserta juga dibekali perlengkapan rintisan usaha agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

Pimpinan LKP Nuning, Nisma Nurul, mengatakan penutupan program PKW bidang tata rias pengantin tersebut dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Program tersebut merupakan hasil kerja sama LKP Nuning dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan penutupan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Reni Herawati, serta sejumlah mitra industri yang terlibat dalam pelaksanaan program PKW 2026.

Baca Juga:Dago, Manekin, dan Pelajaran Sederhana tentang Menyelamatkan NyawaHilman Rasyid Pimpin Pemuda PERSIS, Usung "Panca Jihad" Hadapi Disrupsi Digital

Dalam pelaksanaannya, LKP Nuning menggandeng sejumlah mitra, antara lain Inez Cosmetics di bidang industri kosmetik, Sign ID Production dalam pemasaran digital, Bank BJB dalam bidang permodalan, serta HIPMI Kota Cimahi dan Gekrafs Jawa Barat dalam pengembangan kewirausahaan.

Setelah mengikuti pelatihan selama 350 jam, serta menjalani evaluasi teknis dan kewirausahaan, sebanyak 20 peserta didik yang berdomisili di Kota Cimahi dan sekitarnya dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat kelulusan.

“Selain mendapat bekal pelatihan, para peserta juga mendapatkan barang stimulus rintisan usaha yang dibagikan secara perorangan. Masing-masing dari 20 peserta mendapatkan busana pengantin, kosmetik, beauty tools, serta perlengkapan pendukung pemasaran usaha,” ujar Nisma.

Menurut Nisma, setelah menyelesaikan program, para lulusan tetap mendapatkan pendampingan dari LKP Nuning selama satu tahun atau hingga mereka mampu mandiri sebagai penata rias profesional.

Pendampingan dilakukan melalui pemantauan perkembangan usaha. Para lulusan diwajibkan memberikan laporan perkembangan rintisan usaha kepada LKP Nuning setiap bulan.

“Data tersebut akan menjadi salah satu indikator keberhasilan program PKW ini, sebagaimana keberhasilan program pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Selain pemantauan usaha, LKP Nuning juga memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sebagai tim tata rias (team art) pada berbagai kegiatan melalui jaringan kerja sama yang dimiliki LKP Nuning.

Baca Juga:Era AI Datang, AP2TPI Tegaskan Psikologi Tak Boleh Kehilangan Nilai KemanusiaanLaba Meningkat, Aset BPR LPM Tembus Rp113 Miliar

“Tentunya mereka akan selalu didampingi sampai mereka bisa berhasil mandiri,” pungkas Nisma.

0 Komentar