JABAR EKSPRES – Kasus kematian Sumarna (40) yang merupakan seorang satpam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dikabarkan masih menjadi tanda tanya besar.
Setelah hampir satu bulan sejak Sumarna ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tangan terikat borgol, aparat kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan.
Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan bahwa jajarannya melalui tim penyidik Polres Purwakarta hingga kini masih terus melakukan proses pengungkapan.
Baca Juga:Polisi Bongkar Miras Oplosan Berbahan Alkohol 96 Persen di Kabupaten BandungPolisi Tetapkan Tersangka Perusakan Rumah Rais Syuriah MWCNU Cimenyan
“Kita doakan tim penyidik Polres Purwakarta, mudah-mudahan segera terungkap,” katanya, Sabtu, (22/8).
Disingung apakah ada kesulitan dalam pengungkapan kasus tersebut, Hendra mengaku, jajaranya masih mencari bukti kuat untuk melakukan proses pengungkapan.
“Masih kita dalami, pembuktiannya masih didalami,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Hendra menyebut bahwa jajaranya melalui tim penyidik Polres Purwakarta tengah mendalami adanya dugaan keterlibatan kelompok bermotor dalam kasus ini.
“Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok dari pengemudi sepeda motor atau bahasanya geng motor, dan sudah cukup viral,” katanya Selasa, (28/7) lalu.
Meski begitu, Hendra mengaku tim penyidik masih perlu melakukan pendalaman terkait kebenaran adanya keterlibatan kelompok bermotor dalam kasus ini.
“(Tapi) Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat untuk memasukkan yang bersangkutan (kelompok bermotor tersebut) sebagai tersangka atau tidak,” tuturnya.(San).
