Dorong Warga Stop Boros Pangan, Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan

Dorong Warga Stop Boros Pangan, Pemkot Cimahi Gencarkan Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan
Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan atau Stop Boros Pangan Dispangtan Cimahi di Aula B Pemkot Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong gerakan pengurangan pemborosan pangan sebagai upaya menekan angka kerawanan pangan dan stunting di wilayahnya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan atau Stop Boros Pangan, seluruh pemangku kepentingan diajak berperan aktif dalam mengelola pangan secara efisien dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, menegaskan bahwa persoalan food lost and waste kini menjadi tantangan besar dalam sistem pangan global, termasuk Indonesia.

Baca Juga:SPBU Jalur Padat di Cimahi Diawasi Ketat, Pemerintah Pastikan Takaran BBM SesuaiPerayaan Natal 2025, Pemkot Cimahi Prioritaskan Perlindungan dan Kenyamanan Umat

Menurutnya, upaya penyelamatan pangan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi konsumsi, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pangan yang layak dan aman.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam mencegah pemborosan pangan. Kolaborasi sangat diperlukan agar pangan berlebih dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus turut mendukung penanganan kerawanan pangan dan gizi di Kota Cimahi,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pangan berlebih merupakan makanan yang masih dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi tetapi berpotensi terbuang jika tidak segera dimanfaatkan.

Pangan tersebut dapat berasal dari penyedia pangan seperti retail, restoran, industri makanan, atau pusat perbelanjaan yang kemudian dapat disalurkan melalui peran bank pangan dan para donatur pangan.

Pemerintah Kota Cimahi pun telah menunjukkan komitmennya melalui penerbitan Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 11 Tahun 2025 tentang Upaya Penyelamatan Pangan untuk Mencegah Food Waste.

Maria berharap sosialisasi ini dapat memunculkan aksi nyata dan kolaboratif dalam mengurangi sampah pangan, sekaligus menurunkan angka kerawanan pangan serta stunting secara berkelanjutan.

“Gerakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola konsumsi dan sisa pangan,” katanya.

Baca Juga:Hadapi Macet Nataru, Polres Cimahi Siapkan One WayPemkot Cimahi Rekomendasikan UMK 2026 Rp4,09 Juta, Naik 5,87 Persen

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Tita Mariam, menyampaikan bahwa pemborosan pangan merupakan persoalan serius yang belum banyak disadari masyarakat.

Ia mengungkapkan, Indonesia membuang sekitar 13 juta ton pangan setiap tahun yang seharusnya bisa dikonsumsi.

Pemborosan ini terjadi karena kebiasaan konsumsi berlebihan, minimnya edukasi terkait pengelolaan pangan, dan rendahnya pemahaman tentang dampak lingkungan akibat food waste.

0 Komentar