Farhan Janji Cari Titik TOD Relokasi Terminal Cicaheum Imbas BRT Bandung

Farhan Janji Cari Titik TOD Relokasi Terminal Caheum Imbas BRT Bandung
Pengemudi melakukan perawatan bis di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (24/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan pemerintah kota tengah menyiapkan skema relokasi bagi pedagang dan pekerja informal yang terdampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT).

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Farhan mengatakan, relokasi tanpa perencanaan berisiko mematikan penghidupan warga. Menurut dia, kawasan TOD semestinya tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat.

Baca Juga:Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 TahunTersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!

“Kalau dipindahkan tapi sepi, tidak ada yang beli. Itu kan masalah. Sementara TOD itu pasti ada pergerakan orang. Saya akan meninjau lagi titik-titik TOD mana yang bisa dimanfaatkan,” kata Farhan di Flyover Nurtanio, beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan Pemkot Bandung akan mencari peluang agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dapat berdagang dengan layak.

Dampak proyek BRT, kata dia, tidak hanya dirasakan pedagang kaki lima dan juru parkir, tetapi juga toko-toko yang berada di sepanjang koridor pembangunan.

“Masalahnya bukan cuma di Cicaheum. Di sepanjang jalur BRT itu ada PKL, jukir, dan juga toko-toko yang bisnisnya bisa terganggu. Ini harus diselesaikan satu per satu,” ujar Farhan.

Farhan menyebut pembangunan BRT merupakan proyek wajib yang dijalankan pemerintah kota berdasarkan kesepakatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, dengan dukungan pendanaan dari Bank Dunia.

Tantangan utama saat ini, menurut dia, adalah membangun komunikasi dengan warga terdampak.

“PR kita sekarang itu sosialisasi. Kita dengarkan dulu aspirasi masyarakat. Kalau nantinya bisa dikembangkan sebagai feeder, Insya Allah bisa. Kita kan sedang uji coba angkot feeder dengan provinsi, dan hasilnya sejauh ini cukup bagus,” katanya.

Baca Juga:Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'Eliano Reijnders Jadi Kunci Fleksibilitas Persib, Bisa Main di Hampir Semua Posisi

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi menilai penolakan warga di kawasan Terminal Cicaheum dipicu minimnya sosialisasi resmi dari pemerintah. Dia mengatakan pemerintah baru akan melakukan sosialisasi dalam waktu dekat.

“Karena belum disosialisasikan, akhirnya muncul asumsi sendiri. Warga bertanya-tanya, nanti kalau pindah penghasilan saya bagaimana,” kata Rasdian.

0 Komentar