Persib Jamu Bhayangkara FC, Bojan Hodak Soroti Kekuatan Lawan

Persib Jamu Bhayangkara FC, Bojan Hodak Soroti Kekuatan Lawan
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mendampingi tim asuhannya saat laga kandang Persib Bandung pada pertandingan BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Stadion Gelora Bandung Lautan Api diprediksi kembali bergemuruh, Minggu (21/12). Persib Bandung akan menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, sebuah laga yang di atas kertas menjanjikan pertarungan rapat, taktis, dan minim kesalahan.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, membawa Maung Bandung ke pertandingan ini dengan satu kata kunci: intensitas. Waktu persiapan yang lebih panjang menjadi modal penting untuk menaikkan level pressing, sebuah aspek yang diyakini Hodak bisa menjadi pembeda di laga ini.

“Dengan waktu persiapan yang sedikit lebih panjang, para pemain bisa melakukan pressing dengan lebih baik,” ujar Hodak, saat PMPC di GBLA, Sabtu (20/12).

Baca Juga:Dari Bupati Termuda hingga OTT KPK, Ade Kuswara Kunang di Pusaran Dugaan Korupsi BekasiOTT KPK Seret Oknum Jaksa dan Pengacara di Bekasi, Dugaan Korupsi Berjamaah Menguat

Kalimat itu bukan sekadar evaluasi, melainkan sinyal bahwa Persib siap bermain lebih agresif sejak menit awal.

Namun agresivitas saja tak cukup. Hodak paham betul karakter lawan. Bhayangkara FC datang sebagai tim dengan identitas jelas: organisasi rapi, garis pertahanan solid, dan disiplin dalam menjaga skor.

Mereka bukan tipe tim yang mengumbar kemenangan besar, tetapi sangat efisien dalam mengamankan hasil.

Statistik musim ini menunjukkan kecenderungan Bhayangkara menang atau kalah dengan margin tipis—1-0, 2-1, atau skor serupa. Pola ini mempertegas satu hal: laga kontra mereka hampir selalu ditentukan oleh detail kecil.

Di sinilah letak ujian terbesar bagi Persib. Hodak secara terbuka mengingatkan anak asuhnya untuk ekstra waspada terhadap attacking set piece Bhayangkara, senjata yang kerap menjadi pemecah kebuntuan anak asuh Paul Munster.

“Ketika mereka menyerang lewat bola mati, kami harus sangat berhati-hati,” tegas Hodak.

Prediksi pun mengarah pada duel keras di kotak penalti, baik saat Persib bertahan, maupun ketika Maung Bandung mendapatkan peluang dari situasi serupa.

Baca Juga:Terungkap! KPK OTT 9 Orang Sebelum Segel Ruang Kerja Bupati BekasiKPK Perluas Penyidikan di Bekasi, Kantor Disbudpora Ikut Disegel

Faktor kandang menjadi variabel penting lain dalam persamaan ini. GBLA, dengan atmosfer khasnya, diharapkan mampu mendorong Persib bermain lebih berani. Hodak pun berharap tribun penuh akan menjadi “pemain ke-12” yang mengganggu konsentrasi lawan dan menambah keberanian tuan rumah.

Jika Persib mampu menjaga tempo tinggi tanpa kehilangan keseimbangan, peluang meraih tiga poin terbuka lebar. Namun jika lengah dalam satu momen, terutama di bola mati,Bhayangkara siap mencuri hasil.

0 Komentar