Viral! Kokua Kokua atau Keku Keku Bahasa Alien? Ternyata Ini Artinya

Viral! Kokua Kokua atau Keku Keku Bahasa Alien? Ternyata Ini Artinya
Viral! Kokua Kokua atau Keku Keku Bahasa Alien? Ternyata Ini Artinya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pernah merasa bingung sekaligus geli saat membaca komentar media sosial yang berisi tulisan “kokua kokua” atau “keku keku”? Ungkapan unik ini belakangan semakin sering muncul, terutama di TikTok, Instagram, hingga kolom komentar video lucu. Biasanya, frasa tersebut digunakan sebagai reaksi atas tingkah kucing menggemaskan, bayi yang mengundang senyum, atau momen absurd yang sulit dijelaskan dengan kata-kata biasa.

Istilah “bahasa alien” muncul sebagai bentuk candaan khas internet. Ada dua alasan utama mengapa frasa ini mendapat label tersebut. Pertama, bunyinya terdengar tidak lazim dalam percakapan formal sehari-hari. Kedua, penggunaannya sering dibarengi ekspresi wajah yang berlebihan, suara dibuat-buat seperti kartun, atau gestur kaku seolah-olah berasal dari makhluk non-manusia.

Di platform seperti TikTok, “bahasa alien” menjadi sebutan tidak resmi untuk ungkapan yang:

1. Tidak memiliki arti harfiah dalam kamus.

2. Dipahami melalui konteks emosi, bukan definisi kata.

3. Digunakan sebagai reaksi spontan yang absurd namun menghibur.

Baca Juga:1 Rajab 2025 Jatuh di Bulan Desember, Ini Tanggal Lengkap dan Jadwal Puasa Sunnah RajabIni 15 Link Twibbon Hari Bela Negara 2025 Gratis Terbaru yang Estetik dan Siap Viral di Media Sosial

Jadi, kata “alien” di sini bukan merujuk pada makhluk luar angkasa sungguhan, melainkan metafora untuk bunyi unik yang terasa asing tetapi akrab di kalangan warganet.

Secara linguistik, “kokua kokua” dan “keku keku” tidak tercatat berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing mana pun. Ungkapan ini lebih tepat disebut sebagai pseudo-word atau onomatope emosional.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), onomatope adalah kata tiruan bunyi atau ekspresi yang mewakili perasaan tertentu. Sama seperti “haha” untuk tertawa, “aduh” untuk rasa sakit, atau “uwu” untuk rasa gemas. Frasa “kokua kokua” dan “keku keku” diciptakan warganet untuk mewakili emosi yang sulit diungkapkan dengan kata baku.

Inilah alasan mengapa, meski tanpa definisi resmi, bunyi-bunyian ini terasa langsung “nyambung” dan mudah dipahami oleh banyak orang.

Walaupun tidak punya arti leksikal, makna “kokua kokua” dan “keku keku” relatif konsisten dalam praktiknya. Berdasarkan pola penggunaan di media sosial, ungkapan ini umumnya menyampaikan:

0 Komentar