JABAR EKSPRES – Peringatan Hari Bela Negara 2025 yang jatuh setiap 19 Desember kembali menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air di tengah masyarakat. Di era digital seperti sekarang, partisipasi dalam peringatan hari bersejarah ini tidak hanya dilakukan secara seremonial, tetapi juga bisa diwujudkan melalui media sosial.
Salah satu cara paling praktis dan populer adalah dengan menggunakan twibbon Hari Bela Negara 2025. Selain mempercantik foto profil, twibbon menjadi simbol partisipasi digital sekaligus ajakan kepada masyarakat luas untuk terus menjaga semangat bela negara.
Pada peringatan ke-77 tahun ini, pemerintah mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, yang menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat tercapai apabila seluruh warga negara memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan, menaati hukum, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Baca Juga:BRI Siapkan Rp21 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Transaksi Masyarakat di Periode Libur NataruPerkuat Posisi “Satu Bank Untuk Semua”, BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh sebagai Pilar Trans
Tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju” mengandung pesan mendalam bahwa bela negara tidak selalu identik dengan angkat senjata. Sikap jujur, disiplin, toleran, serta berkontribusi sesuai bidang masing-masing juga merupakan wujud nyata bela negara di kehidupan sehari-hari.
Melalui tema ini, masyarakat diajak untuk terus memperkuat karakter kebangsaan, khususnya di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital.
Hari Bela Negara memiliki latar belakang sejarah yang kuat. Tanggal 19 Desember dipilih karena bertepatan dengan peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Saat itu, Belanda menyerang Yogyakarta yang menjadi ibu kota Republik Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pemerintahan.
Dalam peristiwa tersebut, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan. Kondisi ini membuat pemerintahan pusat berada dalam situasi genting. Namun, semangat perjuangan bangsa tidak pernah padam.
Untuk menjaga keberlangsungan negara, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi, Sumatra Barat. Langkah ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak pernah menyerah dalam mempertahankan kedaulatannya.
Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, pemerintah menetapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006.
