SMKN 3 Cimahi Jadi Tumpuan UMKM, Ngatiyana Tekankan Peran SDM Kreatif

Ngatiyana Soroti Peran SMKN 3 Cimahi dalam Mencetak SDM Kreatif Penopang UMKM
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Melihat Sejumlah Stand Teman UMKM Naik Kelas/Foto:
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang utama perekonomian daerah. Upaya ini dinilai semakin mendesak mengingat Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, sehingga pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kreativitas warganya.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat menghadiri kegiatan Teman UMKM Naik Kelas di Techno Park Cimahi Selatan, bersama Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin). Program ini menjadi bagian dari visi dan misi kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota dalam mendorong UMKM agar berkembang dan berdaya saing.

“Alhamdulillah, UMKM binaan Disdagkoperin jumlahnya sekitar 5.000 sampai 6.000 pelaku usaha di Kota Cimahi. Ini menjadi kekuatan ekonomi masyarakat karena Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, tetapi memiliki sumber daya manusia,” kata Ngatiyana saat ditemui di Cimahi, Rabu, (17/12/25).

Baca Juga:Guncang Bursa Transfer Liga 1, Maarten Paes Dikabarkan Dipinjam Persib BandungPersib Siap Bangkit Hadapi Bhayangkara FC, Bobotoh Jadi Kunci Motivasi

Menurut dia, UMKM di Cimahi tumbuh dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, tata busana, hingga kerajinan. Perkembangan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja, termasuk mengurangi angka pengangguran.

Ngatiyana menekankan, keberhasilan UMKM Cimahi tidak lepas dari kolaborasi lintas pihak. Salah satu yang disorot adalah peran dunia pendidikan, khususnya SMKN 3 Cimahi, yang dinilai aktif melahirkan sumber daya muda kreatif dan inovatif.

“Kami mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk XSMART dan SMKN 3 Cimahi. Anak-anak SMKN 3 ini ternyata sangat kreatif. Potensi seperti inilah yang harus terus digali untuk mendorong ekonomi Cimahi,” ujarnya.

Ia menyebut, keterlibatan pelajar SMKN 3 Cimahi menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan vokasi dapat terhubung langsung dengan dunia UMKM. Kreativitas para siswa dinilai mampu memperkuat inovasi produk, baik dari sisi desain, kemasan, maupun pemanfaatan teknologi.

Ngatiyana juga menyoroti ketangguhan UMKM Cimahi yang tetap bertahan dan berkembang meski menghadapi krisis ekonomi, mulai dari masa sulit pascakrisis 1998 hingga pandemi Covid-19 pada 2019.

“UMKM Cimahi tetap naik dan terus maju,” katanya.

Terkait produk unggulan, ia menjelaskan bahwa selain kuliner, Cimahi juga memiliki potensi besar di sektor kerajinan. Produk seperti batik khas Cimahi, ukiran, hingga produk kriya lainnya bahkan telah menembus pasar ekspor.

0 Komentar