JABAR EKSPRES – Para pelaku UMKM di Kota Cimahi kini banyak memilih tepung beras yang berkualitas untuk sajian makanan jajanan kue tradisional akan memiliki rasa yang enak jika menggunakan tepung beras berkualitas baik.
Tepung beras kemasan bermerek ternyata masih jadi pilihan para pelaku UMKM. Khusunya pembuat jajanan kue tradisonal. Mereka lebih memilih tepung beras kemasan daripada menggiling beras menjadi tepung.
Afwa Latifah (35) seorang penjual surabi yang akrab dipanggil Teh Dini mengatakan perbedaan kualitas antara tepung beras kemasan dan giling akan memiliki perbedaan tektur Ketika adonan dicampur.
Baca Juga:Kejari Tetapkan Wakil Wali Kota Bandung dan Anggota Dewan jadi Tersangka!Pengembang Perumahan The Emeralda Resort Diduga Langgar Aturan!
‘’Saat dimakan rasanya lebih lembut, kalau digiling lebih lembek dan tidak mengembang, tekturnyapun keras,’’ ujarnya.
Sementara Aa Nun, pelaku UMKM mengatakan tepung beras kemasan bermerek lebih disukai pembeli karena teksturnya lebih stabil.
“Rasanya konsisten, tidak berubah-ubah dibanding menggunakan tepung beras giling yang berbahan baku beras lokal,” ungkapnya.
Kue Surabi Aa Nun menghabiskan dua kilogram adonan surabi dengan omzet sekitar Rp300 ribu per hari.
Teh Dini mengatakan, tepung beras lokal membutuhkan proses yang lebih panjang karena harus digiling sendiri di pasar dan hasil gilingannya pun tidak selalu halus.
“Tepung dari gilingan beras lokal itu lebih kasar. Prosesnya lama, nggak kayak yang kemasan. Kalau tepung beras kemasan tinggal adonin aja.
Hasil Kue Terasa Lembut
Pendapat serupa datang dari Sukirman (40), pembuat kue talam dan lapis pelangi. Sukirman yang merupakan pemilik UMKM Lapis Azka Talam, mengaku pernah bereksperimen menggunakan tepung giling dari beras lokal, namun hasilnya tidak layak jual.
Baca Juga:Sidang Kasus Pengadaan Mamin Oknum ASN Kota Bandung Ditunda, Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan Menguat!Sektor Korporat Dominasi Permintaan Tas Custom, Eureka Jadi Mitra Utama Perusahaan Nasional
Tekstur kue talam dan lapis pelangi dari tepung giling menjadi lembek, kurang kenyal dan tidak bisa mengembang sempurna dibanding menggunakan tepung beras kemasan bermerek.
“Kalau pakai tepung beras kemasan teksturnya lebih lembut. Kue talam jadi lebih kenyal, sementara untuk lapis pelangi jadi lebih halus. Kalau pakai tepung beras lokal, hasilnya lebih keras dan kurang lembut,” kata Sukirman.
Selain kualitas, pilihan menggunakan tepung beras kemasan bermerek juga membantu para pelaku usaha menekan biaya produksi. Tepung beras lokal memerlukan proses giling yang lebih mahal dan memakan waktu. Sedangkan tepung beras kemasan bermerek tidak hanya lebih praktis tetapi juga lebih mudah diukur takarannya, sehingga memudahkan konsistensi produk kue yang dihasilkan.
