JABAR EKSPRES – Developer perumahan The Emeralda Resort terus membabat lahan hijau yang berada di Bukit Kacapi Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Selain, The Emeralda Resort, di kawasan tersebut rencananya akan ada pembangunan komplek perumahan baru dengan nama Bintang Residence.
Perumahan ini letaknya tepat di Lereng Gunung Bentang dengan tingkat kemiringan cukup curam dan sangat mengkhawatirkan terjadi longsor.
Baca Juga:Sidang Kasus Pengadaan Mamin Oknum ASN Kota Bandung Ditunda, Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan Menguat!Sektor Korporat Dominasi Permintaan Tas Custom, Eureka Jadi Mitra Utama Perusahaan Nasional
Berdasarkan pengamatan langsung, developer atau pengembang perumahan saat ini tengah meratakan tanah dengan metode cut-and fill.
Tujuannya adalah membuat terasering di kawasan perbukitan untuk membangun unit-unit rumah baru. Cara ini berdampak pada limpasan air.
Sejak terjadi alih fungsi lahan, masyarakat yang berada di kawasan bawah sering mengalami banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Menurut informasi yang dihimpunn, pengembangan Komplek The Emeralda Resort dikembangkan oleh Developer Yan Pro Land.
Berdasarkan penelusuran Yan Pro Land juga banyak memiliki komplek perumahan di kawasan Bandung Raya. Di antaranya Cileunyi Manglayang Asri, Tanah Kavling Cileunyi Manglayang Asri dan Cipageran Villa 2.
Meski begitu, ketika ditelusurilebih lanjut Yan Pro Land diduga tidak memiliki data keterangan detail mengenai status perusahaan dan badan hukum pengembang. Bahkan dalam laman Sikumbang milik
Developer ini mengklaim telah menguasai lahan di kawasan tersebut seluas 28 Hektar. Namun saat ini pembangunan komplek rumah masih dilakukan secara bertahap.
Baca Juga:Peringati Hakordia, LSM BAN Lakukan Pendakian ke Puncak CiremaiBupati Bandung Terjun ke Lokasi Longsor Arjari, Minta Proses Pencarian Lebih Cepat!
Dampak dari Pembangunan Perumahan
Pada April 2025, akibat dari penggundulan hutan tersebut masyarakkat di kawasan paling bawah mengalami banjir lumpur. Warga setempat sempat marah dan melakukan aksi pemblokadean akses proyek.
Menurut keterangan Sekretaris Desa Jayamekar, M. Mulyono mengatakan, pembangunan kawasan pemukiman di desa Jaya Mekar terus mengalami peningkatan.
Pada perubahan aturan Tata Ruang RT/RW KBB Desa Jaya Mekar masih bisa dibangun kawasan pemukiman. Kondisi ini mendorong melonjaknya pembangunan sejak 1990.
‘’Dulu Desa Jayamekar adalah kawasan Argraris, kini sudah berubah scara struktur sosial dan banyak warga pendatang yang membeli rumah-rumah,’’ ujarnnya.
Mulyono menyebutkan, Desa Jayamekar sediri sedikitnya ada 10 komplek perumahan. Bina Karya, Citra Padalarang Indah (1995), Bentang Padalarang Regency, hingga Permata.
