Tepung Beras Kemasan Banyak Dipakai Pelaku UMKM Kue Tradisional

Para pelaku UMKM di Kota Cimahi kini banyak memilih tepung beras yang berkualitas untuk sajian makanan jajanan
Para pelaku UMKM di Kota Cimahi kini banyak memilih tepung beras yang berkualitas untuk sajian makanan jajanan kue tradisional akan memiliki rasa yang enak
0 Komentar

UMKM Lapis Azka Talam yang terletak di Jl. Karang Anyar, Cimahi, kini memiliki tiga karyawan dengan omzet mencapai Rp1,5 juta per hari untuk satu jenis kue.

Kini usaha yang dikenal dengan julukan “Kue Lapis Bokir” tersebut memasarkan produknya ke berbagai wilayah seperti Cimahi, Cililin, Batujajar, hingga toko-toko kue di Kota Bandung.

Hasil Produksi Lebih Banyak dan Tidak Boros Adonan

Triwijayanti (50), pelaku UMKM pembuat kue nagasari dan dadar gulung mengungkapkan, tepung beras kemasan bermerek memberikan hasil yang jauh lebih ekonomis untuk usahanya.

Baca Juga:Kejari Tetapkan Wakil Wali Kota Bandung dan Anggota Dewan jadi Tersangka!Pengembang Perumahan The Emeralda Resort Diduga Langgar Aturan!

Dia mengaku pernah mencoba membuat kue menggunakan tepung beras giling berbahan baku beras lokal, namun jumlah kue yang dihasilkan berkurang drastis.

“Kalau pakai tepung kemasan bermerek 500 gram bisa jadi 10 kue. Tapi kalau pakai tepung beras lokal, cuma jadi lima kue. Karena adonannya lebih lembek, lebih cair, kayak bubur bayi,” jelasnya. P

elaku usaha beralamat di Jl. Mekarwangi, Padasuka, Cimahi ini menyebut tekstur tepung beras kemasan lebih stabil, menghasilkan kue yang padat, tidak mudah hancur, dan memiliki tampilan yang menarik.

Meski tepung beras lokal adonannya lebih cepat kalis (elastis, halus dan tidak lengket), namun Triwijayanti menilai, hasil akhirnya tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan.

Hasilnya tetap bagus kalau pakai tepung beras kemasan, meskipun harus lebih kerja keras saat membuat adonan. Tapi ya itu, hasilnya lebih rapi dan konsisten,” kata Triwijayanti.

Saat tidak ada pesanan, ia biasa membuat dan menjual sekitar 60–70 kue nagasari dan dadar gulung per hari.

Namun saat pesanan meningkat, ia bisa memproduksi hingga 150 potong untuk berbagai acara, seperti syukuran dan Jumat Berkah.

Tepung Beras Sangat Mempengaruhi Omzet UMKM

Baca Juga:Sidang Kasus Pengadaan Mamin Oknum ASN Kota Bandung Ditunda, Dugaan Keterlibatan Anggota Dewan Menguat!Sektor Korporat Dominasi Permintaan Tas Custom, Eureka Jadi Mitra Utama Perusahaan Nasional

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Cimahi, Hella Haerani menyatakan, pembuatan kue sebagian besar akan menggunakan tepung beras kemasan bermerek daripada gilingan beras lokal, karena pertimbangan lebih efektif dan menghemat waktu dalam proses pembuatan.

“Sekarang dengan logika aja, kalau UMKM tepung berasnya bikin sendiri waktunya lama. Ya pasti mereka beli yang kemasan, kita bicara yang riil aja,” kata Hella.

0 Komentar