JABAR EKSPRS – Update harga emas hari ini pada Rabu, 10 Desember 2025, mencatat pergerakan yang relatif stabil meskipun terjadi koreksi kecil di pasar global. Harga emas dunia berada pada kisaran USD 4.206–4.215 per ounce, atau setara sekitar Rp 2.255.000 per gram dengan asumsi kurs Rp16.600–16.700 per USD.
Secara harian, harga global turun tipis sekitar 0,03%, menandakan pasar masih bergerak hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi internasional. Sementara itu, di Indonesia harga emas batangan masih menunjukkan tingkat yang cukup tinggi.
Diketahui bahwa emas Antam dijual dengan harga sekitar Rp 2.343.600 per gram untuk pecahan besar. Sementara itu, harga buyback Antam berada di kisaran Rp 2.297.700 per gram, memberi gambaran selisih yang cukup wajar antara harga jual dan pembelian kembali.
Baca Juga:Badou Jack Lolos Batas Berat, Siap Pertahankan Gelar WBC Lawan Noel MikaelianPBB Desak Thailand dan Kamboja Redakan Ketegangan di Perbatasan
Pegadaian juga menjadi salah satu rujukan utama bagi masyarakat untuk transaksi logam mulia. Untuk ukuran 1 kilogram, Pegadaian menawarkan harga jual sekitar Rp 2.349.754 per gram, sedikit lebih tinggi dibandingkan Antam.
Namun, harga buyback di Pegadaian berada di level lebih rendah, mengikuti tren standar pasar yang berlaku.
Platform investasi emas seperti IndoGold turut menyediakan pembaruan harga emas fisik. Menurut data terbaru, IndoGold menawarkan harga beli sekitar Rp 2.320.493 per gram, dengan harga buyback Rp 2.265.500 per gram. Perbedaan harga antara platform ini umumnya dipengaruhi kebijakan margin masing-masing penyedia layanan.
Selain emas fisik, harga emas digital juga mengalami pergerakan serupa. Lakuemas mencatat harga jual Rp 2.314.000 dan harga beli Rp 2.259.000 per gram. UBS Gold, yang juga cukup populer di kalangan investor ritel, mencatat harga jual Rp 2.466.000 dan harga beli Rp 2.274.000 per gram.
Secara keseluruhan, harga emas masih menunjukkan tren naik dalam jangka menengah. Dalam sebulan terakhir, emas mencatat kenaikan sekitar 1,88%, sementara harga tertinggi tahun ini berada pada level USD 4.381 per ounce. Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven.*
