Hutan Kian Menyusut! Jawa Barat Terancam Bencana Ekologis, Aktivis: Pemprov Tak Serius

Hutan Kian Menyusut! Jawa Barat Terancam Bencana Ekologis, Aktivis: Pemprov Tak Serius Tangani
Ilustrasi bencana ekologis di Jawa Barat, longsor yang terjadi di wilayah Arjasari Kabupaten Bandung. Dok. Humas Polda Jabar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hampir bisa dipastikan faktor utama bencana ekologis di Pulau Sumatra diakibatkan oleh deforestasi dan eksploitasi alam yang dilakukan secara brutal dengan waktu yang cukup lama.

Sehingga masyarakat di sebagian besar Provinsi Aceh, Sebagian wilayah di provinsi Sumatra Utara dan Sebagian wilayah di Sumatra Barat sekarang harus membayarnya dengan lebih dari 1000 nyawa melayang, ratusan orang masih hilang belum diketahui nasibnya, serta hilangnya ribuan tempat tinggal serta rusaknya berbagai infrastruktur di wilayah terdampak bencana tersebut.

Kondisi banjir dan tanah longsor di Sumatra sampai saat ini masih terus berlangsung, karena curah hujan yang masih tinggi, sementara tutupan hutan sudah tidak lagi bisa menampung air dengan volume yang cukup tinggi, karena sudah minimnya serapan air di wilayah sumatrat tersebut.

Baca Juga:Belum Ditemukan, Polisi Masih Terus Lakukan Identifikasi Korban Longsor di Arjasari 3 Korban Longsor Tertimbun Tanah di Arjasari Bandung Belum Ditemukan, Proses Pencarian Dilanjutkan

Founder Visi Nusantrara Maju, Yusfitriadi mengatakan, kondisi banjir dan tanah longsor di Sumatra sampai saat ini masih terus berlangsung, karena curah hujan yang masih tinggi, sementara tutupan hutan sudah tidak lagi bisa menampung air dengan volume yang cukup tinggi, karena sudah minimnya serapan air di wilayah sumatra tersebut.

Kejadian tersebut berpotensi terjadi di wilayah Jawa termasuk di Provinsi Jawa Barat, karena deforestasi dan esksploitasi melalui aktifitas tambang yang cukup besar dan tersebar di wilyah Jawa Barat.

Kondisi Deforestasi di Jawa Barat

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, Provinsi Jawa Barat memiliki hutan seluas 952,68 ribu hektar. Berbeda dengan data statistik Provinsi Jawa Barat tahun 2022, Jawa Barat memiliki hutan seluas 792.616 ribu hektar.

Perbedaan terjadi juga pada data Statistik Nasional tahun 2023, luas Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan dan Fungsi Hutan seluas 816.603 ribu hektar.

“Entah data mana yang akan kita anggap valid, karena memang Indonesia selalu bermasalah dengan data dalam berbagai bidang. Sehingga tidak aneh jika kordinasi dan konsolidasi data sangat lemah di Indonesia. Termasuk data kehutanan ini,” ujarnya, Selasa (9/12).

Namun hutan yang sangat luas di Jawa Barat tersebut sudah menyusut hingga 43 persen dari luas hutan yang ada, hanya dalam kurun waktu 2 tahun (2023-2025).

0 Komentar