JABAR EKSPRES – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar memberangkatkan relawan terpilihnya ke Provinsi Aceh. Misinya ikut serta dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Serambi Mekah beberapa waktu lalu. Pengiriman relawan ini disertai dengan bantuan peralatan, organisasi kemanusiaan ini berupaya berada di garda terdepan saat bencana melanda.
Ketua PMI Kota Banjar, Supratman, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan langkah untuk mempercepat penanganan darurat di lokasi bencana. “Penugasan tersebut sebagai langkah konkret kami dalam membantu percepatan penanganan darurat bencana,” ujar Supratman, Jumat (5/12/2025).
Relawan yang dipercaya menjalankan misi kemanusiaan ini adalah Muhamad Saepul Rohman, seorang anggota PMI Kota Banjar yang berpengalaman. Saepul membawa serta dua unit alat filtrasi atau penyaring air bersih.
Baca Juga:Sembilan Warga Ciamis Hilang Kontak Pasca Bencana Aceh, Keluarga Cemas!Sungai Cibitung Meluap Sebabkan Banjir Bandang, 5 Hektare Sawah di Desa Mukapayung Terancam Gagal Panen!
“Alat itu dibutuhkan untuk kondisi di lokasi bencana, dimana pascabanjir bandang telah mencemari sumber air masyarakat. Bantuan teknis ini diharapkan dapat segera dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar korban bencana, yakni air minum yang layak,” kata Supratman.
Wilayah sasaran utama dari misi ini adalah dua kabupaten yang dilaporkan mengalami dampak paling parah, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Di kedua lokasi itu, banyak fasilitas umum dan rumah penduduk yang rusak, sementara akses air bersih menjadi persoalan serius yang mengancam kesehatan warga. Kehadiran unit filtrasi dari PMI Banjar diharapkan dapat meredakan beban tersebut, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan darurat sebelum pemulihan infrastruktur air secara permanen dilakukan.
Supratman menambahkan, penugasan ini merefleksikan prinsip dasar PMI yang siap siaga di mana pun bantuan kemanusiaan dibutuhkan, tanpa memandang batas wilayah. “PMI Kota Banjar akan selalu hadir. Ini komitmen kami dalam mengutamakan keselamatan dan pemulihan warga di Aceh,” tegasnya.
Sesampainya di tanah rencong, tugas pertama Muhamad Saepul Rohman adalah melakukan asesmen atau penilaian cepat di lapangan. Fokusnya adalah memetakan ketersediaan air bersih dan mengidentifikasi sumber-sumber air potensial yang masih bisa diolah.
Assessment ini sangat penting untuk menempatkan bantuan alat filtrasi pada lokasi yang paling strategis dan berdampak besar. Saepul juga akan berkoordinasi erat dengan relawan PMI setempat, pemerintah daerah, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sudah lebih dulu turun tangan.
